Universitas Terbuka (UT) kembali memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat desa Indonesia dengan menyerahkan penghargaan kepada para mitra. Dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-41 yang digelar pada 4 September 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, UT menganugerahkan penghargaan Mitra Kerja Sama Terbaik Tahun 2025 kepada tujuh tokoh dan lembaga yang dinilai berjasa besar dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia.
Salah satu penghargaan diberikan kepada Wardin Wahid, S.H., Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Sulawesi Barat sebagai Mitra Individu Pendukung Lifelong Learning Tahun 2025. Wardin Wahid dinilai berperan dalam meningkatkan kepercayaan publik, memotivasi mahasiswa, serta memperluas kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi di UT.
Penghargaan ini pun diberikan sebagai pengakuan atas kolaborasi yang solid antara UT dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui akses pendidikan terbuka. Beragam langkah telah dilakukan Wardin Wahid termasuk inisiasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) oleh UT yang terbukti sangat membantu aparatur desa mempercepat akses pendidikan perguruan tinggi.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur UT Majene Devi Ayuni, SE, M.Si, kepada Wardin Wahid, setelah sebelumnya reward diterima secara simbolis oleh Direktur UT Majene tersebut saat acara Puncak Dies Natalis. Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Wardin Wahid menyampaikan apresiasi mendalam kepada UT. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh aparat desa di Sulawesi Barat.
“Kami akan terus bersinergi dengan UT Majene untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Sulbar dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia aparat desa. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan UT hadir sebagai solusi bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ketua APDESI Sulbar berkomitmen untuk mensosialisasikan program ini ke seluruh kepala desa (kades) di Sulawesi Barat—sebuah langkah revolusioner dalam mempercepat peningkatan kapasitas aparatur lewat pendidikan fleksibel.

Keberhasilan inisiatif ini bukan sekadar inovasi akademik. UT menghidupkan nilai-nilai inclusivity (inklusi pendidikan), innovation (inovasi), dan transformative learning (pembelajaran transformatif)—nilai-nilai utama dalam misi “Semua Bisa Kuliah”. Lewat RPL, mereka memberi penghargaan terhadap pengalaman belajar aparat desa serta memastikan akses pendidikan tinggi tidak terbatas oleh batas formal.
Tak hanya berdampak pada pengembangan SDM desa, langkah ini juga selaras dengan kontribusi UT terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas — RPL memperluas akses ke jenjang pendidikan tinggi tanpa meninggalkan tugas profesional. SDG 10: Mengurangi Kesenjangan — Memberi ruang pendidikan bagi individu di luar jalur formal pendidikan. SDG 17: Kemitraan untuk Tujuan — Kolaborasi UT dengan pemerintah desa menjadi contoh kemitraan lintas sektor untuk tujuan pembangunan nasional.
Inisiatif ini menjadi bukti UT bukan hanya sebagai institusi penyelenggara pembelajaran jarak jauh, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memperkuat kapasitas komunitas desa dari akar rumput.



