Kuliah Fleksibel, Prestasi Maksimal: Mahasiswa UT Batam Ini Raih Emas Di PONMAS  XIX 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, 19–27 September 2025, mahasiswa UT Batam berhasil mengukir sejarah bagi Provinsi Kepulauan Riau.

Jeremi Andre Wattimena, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UT Batam, sukses mempersembahkan medali emas dari cabang taekwondo nomor under 87-kilogram putra. Raihan ini sekaligus memecah penantian panjang kontingen Kepri yang sudah 14 tahun lamanya tak pernah meraih emas di POMNAS. Penampilan gemilang Jeremi memastikan nama Kepri kembali berkibar di kancah olahraga mahasiswa tingkat nasional.

Pada POMNAS tahun ini, kontingen Kepulauan Riau menurunkan 41 atlet di 11 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, enam atlet berasal dari UT Batam yang berkompetisi di cabang taekwondo, karate, dan pencak silat. Kehadiran mereka bukan sekadar mewakili daerah, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen UT dalam melahirkan generasi muda berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.

Dukungan penuh dari kampus pun terlihat sejak sebelum keberangkatan. Para atlet dilepas secara resmi oleh Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, S.E., M.Si., bersama Kasubbag Tata Usaha Silfi Amelia, S.Akun., serta Analis Pemasaran dan Kerja Sama Liska, S.H. Dalam sambutannya, Angga menyampaikan harapannya agar mahasiswa UT tampil maksimal dengan menjunjung sportivitas.

“Keikutsertaan mahasiswa UT Batam dalam ajang nasional ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi, tidak hanya dalam akademik, tetapi juga di bidang olahraga dan seni,” ujar Angga.

Apresiasi serupa datang dari Manajer Registrasi dan Marketing UT Batam, Amrin, yang menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti sistem pembelajaran jarak jauh tidak menghalangi mahasiswa untuk tetap berprestasi. Menurutnya, fleksibilitas UT justru membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan studi dengan pengembangan minat dan bakat.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan belajar tanpa batas bagi siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Model pembelajaran ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan peningkatan akses pendidikan berkualitas dan pengembangan potensi generasi muda (SDG 4).

Prestasi yang dibawa pulang oleh Jeremi dan rekan-rekannya menjadi bukti bahwa mahasiswa UT tidak hanya unggul dalam ranah akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang olahraga. Lebih dari itu, capaian emas di POMNAS XIX menegaskan peran UT Batam sebagai institusi pendidikan yang melahirkan lulusan unggul, mandiri, dan kompetitif.

Dengan keberhasilan ini, UT Batam semakin menunjukkan kontribusinya terhadap kemajuan dunia pendidikan sekaligus olahraga di Provinsi Kepulauan Riau. Prestasi mahasiswa UT di tingkat nasional membuktikan bahwa kuliah fleksibel bukanlah hambatan untuk meraih mimpi, melainkan pintu menuju peluang lebih besar bagi generasi muda Indonesia.