Pemkab Mamuju Tengah–Universitas Terbuka Perkuat Akses Pendidikan, ASN Kini Bisa Kuliah Tanpa Batas

Universitas Terbuka (UT) Majene melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah untuk membahas penguatan akses pendidikan tinggi bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui skema pembelajaran fleksibel yang dapat dijalankan tanpa meninggalkan tugas pelayanan publik.

Audiensi yang berlangsung Kamis (26/2/2026) tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara UT Majene dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah. Rombongan UT Majene dipimpin Direktur Devi Ayuni bersama jajaran manajemen, yaitu Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Surahmansyah, Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian Syahrinullah, serta Kepala Sentra Layanan UT Kayu Mangiwang Mahmud. Kehadiran mereka diterima Sekretaris Daerah Lita Febriani didampingi Kepala BKPSDM Hasanuddin Wahid.

Dalam pertemuan tersebut, UT Majene memaparkan konsep peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui sistem pendidikan tinggi jarak jauh. Skema pembelajaran fleksibel memungkinkan ASN tetap menjalankan tanggung jawab kedinasan sembari meningkatkan kualifikasi akademik.

Direktur UT Majene Devi Ayuni menegaskan komitmen universitas dalam mendukung penguatan sumber daya manusia daerah. “UT siap bersinergi menyediakan layanan pendidikan mulai jenjang sarjana hingga pascasarjana, sekaligus mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Mamuju Tengah,” ujarnya.

Melalui empat fakultas yang dimiliki, UT Majene membuka peluang studi di berbagai bidang. Model pembelajaran terbuka memberi ruang belajar yang tidak lagi bergantung pada lokasi geografis, sehingga aparatur di daerah tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah tempat kerja.

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menyambut inisiatif tersebut dengan skema pembiayaan bersama (sharing cost) bagi ASN yang menempuh pendidikan pascasarjana. Kebijakan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebagai tahap awal implementasi kerja sama, empat ASN Mamuju Tengah akan mengikuti program magister di UT Majene. Program ini diharapkan menjadi percontohan peningkatan kompetensi aparatur yang dapat diperluas pada tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan pembukaan kelas sesuai kebutuhan pembangunan wilayah, seperti pertanian, agribisnis, perikanan, manajemen, akuntansi, dan kesehatan. UT Majene menyatakan kesiapan menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui pengembangan layanan akademik.

Melalui kolaborasi ini, UT menghadirkan akses pendidikan tinggi yang tetap terjangkau tanpa mengharuskan masyarakat meninggalkan daerah asal. Fleksibilitas pembelajaran memungkinkan mahasiswa bekerja sambil meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Kerja sama UT Majene dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Di balik pertemuan yang berlangsung singkat itu, tersimpan harapan yang lebih panjang: aparatur yang terus belajar, pelayanan publik yang semakin profesional, dan pembangunan daerah yang bertumpu pada kualitas manusia. Bagi UT Majene, pendidikan tidak harus jauh dari tempat bekerja, ia justru hadir mendekat, mengikuti ritme pengabdian di daerah.