Palembang, kota yang dikenal dengan kemegahan Jembatan Ampera dan hembusan angin dari Sungai Musi, kini menyimpan geliat semangat dari para pejuang karier yang tak kenal lelah. Di sudut-sudut kota pempek ini, ribuan anak muda beradu nasib di dunia kerja yang semakin kompetitif. Di antara keriuhan pusat layanan dan dinamika perbankan, terselip sebuah kisah inspiratif tentang kegigihan menuntut ilmu yang dijalani oleh Stephany Milano, seorang mahasiswi yang percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu-pintu masa depan yang lebih tinggi.
Stephany bukanlah sosok yang memilih jalur akademis secara instan. Setamat dari sebuah sekolah menengah atas Kristen di Palembang, gadis dengan senyum manis ini sempat memilih untuk langsung terjun ke dunia kerja. Ia pernah mencoba keberuntungan dalam seleksi pramugari, hingga akhirnya meniti karier di Bank Central Asia (BCA) dan kini mengabdi di Samsung Service Center. Pengalaman bertahun-tahun di lapangan inilah yang justru menumbuhkan kesadaran mendalam dalam dirinya: bahwa kecerdasan praktis harus disempurnakan dengan kualifikasi pendidikan formal yang mumpuni.
“Pendidikan itu sangat penting! Sebab pendidikan menentukan karier kita dan mindset (pola pikir dan mentalitas) kita,” tegas Stephany Milano dengan pancaran semangat saat berbincang pada Kamis, 18 Desember 2025.
Langkahnya merambah dunia kampus dimulai ketika seorang rekan mengajaknya bergabung dengan Universitas Terbuka (UT) Palembang. Kini, Stephany telah berada di Semester 5 Jurusan Manajemen, membuktikan bahwa kesibukan sebagai pekerja bukan penghalang untuk terus tumbuh. Ia menyadari sepenuhnya bahwa tanpa gelar pendidikan, tangga karier sering kali terasa buntu. “Kalau hanya tamat SMA karier sulit berkembang hanya begitu saja. Semua itu sudah saya pahami setelah lama bekerja dan kuliah di UT Palembang,” ungkapnya tulus.
Melalui sistem pendidikan jarak jauh yang fleksibel, UT Palembang hadir sebagai oase bagi siapa pun untuk meraih Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) tanpa harus meninggalkan tanggung jawab profesionalnya. Bagi Stephany, kemudahan ini adalah jembatan emas untuk meraih cita-cita besarnya: bekerja di institusi bergengsi seperti Bank Indonesia (BI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cabang Palembang. Dengan bekal pengalaman perbankan dan ilmu manajemen yang tengah ia timba, ia optimis masa depannya akan jauh lebih cerah.
Selain fleksibilitas, aspek finansial menjadi alasan utama Stephany jatuh hati pada UT. Biaya pendidikan yang terjangkau memberikan kesempatan bagi semua kalangan untuk bermimpi setinggi mungkin. Saat ini, fokus utamanya adalah menamatkan jenjang S1 dalam satu tahun ke depan, namun ambisinya tak berhenti di sana. Ia sudah memantapkan hati untuk langsung melanjutkan ke jenjang Magister (S2) di kampus yang sama.
“Sekarang saya kerja untuk selesaikan pendidikan. Target 1 tahun lagi tamat S1 di UT Palembang. Setelah tamat saya mau melanjutkan ke S2 di UT Palembang. Sebab di UT Palembang kita bisa bekerja sambil kuliah,” tambahnya. Keteguhan Stephany mencerminkan semangat mencapai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs 8) melalui peningkatan kapasitas diri yang berkelanjutan.
Stephany menutup ceritanya dengan sebuah janji pada diri sendiri. Jika gerbang BI atau OJK belum terbuka lebar baginya nanti, ia akan terus memantapkan langkah dengan gelar S2 di genggaman sebelum kembali melamar. Baginya, belajar di UT bukan sekadar tentang mengejar ijazah, melainkan tentang perjalanan panjang dalam memperbaiki mentalitas dan meraih harkat hidup yang lebih baik di tengah kerasnya dunia kerja.



