Upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang bisa diakses siapa pun, di mana pun, kembali mendapat apresiasi. Universitas Terbuka (UT) Batam meraih Tribun Batam Award 2025, sebuah penghargaan bagi lembaga yang dinilai konsisten memberikan layanan pendidikan terbaik hingga ke pelosok Kepulauan Riau.
Bagi UT Batam, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi penegasan atas komitmen mereka membuka jalan bagi masyarakat yang ingin terus belajar, tanpa terhalang jarak maupun waktu.
“Ini menjadi impian kami di Universitas Terbuka. Cita-cita kami adalah menggapai 20.000 mahasiswa ke depannya,” ujar Amrin, Marketing Administrasi UT Batam. Ia menuturkan, penghargaan ini menjadi dorongan baru untuk memperluas jangkauan pendidikan terbuka di Kepri, termasuk ke daerah-daerah terluar seperti Natuna dan Kepulauan Anambas.
Sejak berdiri pada 1984, Universitas Terbuka hadir sebagai kampus negeri yang membuka peluang belajar bagi semua kalangan. Model pembelajarannya yang fleksibel memungkinkan mahasiswa menyesuaikan ritme belajar dengan keseharian mereka. Dengan sistem daring dan tatap muka terbatas, proses belajar dapat berlangsung dari mana saja selama tersedia akses internet.
“Selama ada jaringan, perkuliahan bisa dilakukan,” Kata Amrin. Kini, UT Batam mencatat lebih dari 16.000 mahasiswa aktif, mulai dari pekerja, ibu rumah tangga, hingga masyarakat di kepulauan. Mereka belajar di lebih dari 40 program studi yang seluruhnya telah terakreditasi, dengan jurusan populer seperti Hukum, Pendidikan, dan Manajemen.
Bagi banyak mahasiswa, UT bukan sekadar kampus, melainkan kesempatan untuk terus melangkah. Dengan biaya pendaftaran yang terjangkau, yakni Rp100 ribu, siapa pun bisa memulai perjalanan pendidikannya tanpa harus khawatir akan biaya besar. “Siapa saja bisa berkuliah tanpa harus memikirkan biaya, selain itu UT adalah perguruan tinggi negeri,” ujar Amrin.
UT Batam juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi dan lembaga profesional untuk memastikan mutu pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4, yaitu memberikan akses pendidikan berkualitas dan inklusif bagi semua.
Lebih dari sekadar institusi akademik, UT Batam menjadi ruang bagi banyak orang untuk memulai lagi—entah demi karier, keluarga, atau sekadar mimpi yang dulu tertunda. “Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal UT dan memilih untuk terus belajar demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Amrin.
Dalam semangatnya, Universitas Terbuka Batam mengingatkan bahwa pendidikan bukan milik segelintir orang, melainkan hak semua insan yang ingin tumbuh dan berdaya.



