Banda Aceh – Universitas Terbuka (UT) Aceh terus memperluas perannya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Rencong. Melalui sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur UT Aceh, Windra Irawan, M.Si., dalam kegiatan sosialisasi pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang digelar di Aula Utama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh (14/10/25). Ia menegaskan bahwa UT hadir sebagai solusi pendidikan fleksibel dan terjangkau, dirancang agar para pegawai pemerintah dan masyarakat umum dapat belajar di tengah kesibukan kerja.
Di samping itu, Kepala Bappeda Aceh, Dr. Husnan, ST., MP., turut memberikan apresiasi atas inisiatif UT Aceh tersebut. Ia menyebut langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas aparatur dan mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.
“Kami menyambut baik kehadiran UT Aceh. ASN Bappeda perlu terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Husnan berharap kerja sama antara Bappeda Aceh dan UT dapat diperkuat melalui nota kesepahaman (MoA) ke depan. Menurutnya, sinergi tersebut berpotensi besar mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam dan sektor mineral yang menjadi potensi unggulan Aceh.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh tim dosen dan pemasaran UT Aceh serta sekitar 30 pegawai Bappeda Aceh. Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi UT untuk memperluas kemitraan dengan instansi pemerintah, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi jarak jauh dalam pemerataan akses pendidikan di seluruh Aceh.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan setara untuk semua kalangan. Dengan model pembelajaran fleksibel yang ditawarkan UT, para ASN tidak hanya dapat meningkatkan kompetensi profesional, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan tata kelola pemerintahan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan zaman.



