Jember, 3 Oktober 2025 – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kesehatan mental remaja, Universitas Terbuka (UT) Jember tunjukkan dukungan nyata melalui seminar bertajuk “Slow Aja – Belajar Damai sama Diri Sendiri”, UT Jember mengajak ratusan pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Kabupaten Jember untuk belajar memahami, menerima, dan mencintai diri sendiri tanpa tekanan berlebih.
Kegiatan yang digelar di Studio Kota Cinema Mall Jember ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-41 UT. Sekitar 163 siswa dari 52 sekolah mengikuti acara tersebut dengan antusias. Tidak hanya sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang aman bagi para pelajar untuk berbagi pengalaman dan mengenal pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik dan sosial yang semakin kompleks.
Direktur UT Jember, Dra. Barokah Widuroyakti, M.Pd., menyampaikan bahwa kesehatan mental berperan besar dalam keberhasilan belajar dan pembentukan karakter remaja.
“Di sini adik-adik tidak hanya mendapatkan materi tentang pentingnya kesadaran menjaga kesehatan mental, tetapi juga memahami bagaimana memilih perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi kehidupan mereka. Pendidikan seharusnya menjadi ruang tumbuh yang damai, bukan beban,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menawarkan fleksibilitas dan inklusivitas bagi siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala jarak, waktu, atau kondisi pribadi. Model pembelajaran UT terbukti menjadi solusi bagi banyak pelajar yang membutuhkan ritme belajar yang lebih sehat dan menenangkan.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FHISIP UT, yang membahas pengaruh dunia digital dan media sosial terhadap kesehatan mental remaja dan Nadia Maria, M.Psi., Psi., Psikolog Klinis sekaligus Kepala Garwita Institute Jember, yang mengupas tentang teknik penerimaan diri dan manajemen emosi. Kegiatan ini juga turut menghadirkan moderator Dr. Hadiqotul Luluk, M.Pd., yang memandu jalannya sesi diskusi hingga berlangsung dengan hangat dan interaktif. Para peserta tampak bersemangat menanyakan berbagai persoalan seputar kecemasan, tekanan belajar, hingga cara menemukan keseimbangan diri.
Apresiasi datang dari Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember, Muhammad Khotib S.Pd., M.AP yang menilai inisiatif UT Jember sebagai langkah positif dalam membangun kesadaran mental di kalangan pelajar. “Program seperti ini sebaiknya terus diperluas karena sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini,” katanya.
Tak hanya menggandeng sekolah-sekolah, kegiatan ini juga melibatkan Ikatan Alumni UT (IKA-UT) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UT Jember sebagai panitia pelaksana, menegaskan semangat kolaborasi lintas generasi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan jumlah mahasiswa mencapai 17.117 orang, sebagian besar berusia 18–24 tahun, UT Jember terus membuktikan diri sebagai kampus yang ramah bagi generasi muda. Melalui program edukasi kesehatan mental, UT berperan aktif mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3 dan 4, yakni Good Health and Well-being serta Quality Education.
Lewat pendekatan yang menyentuh sisi psikologis dan sosial pelajar, UT Jember membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar transfer ilmu, melainkan juga proses membangun manusia yang tangguh dan berdaya.



