Samarinda – Pendidikan kini tak lagi soal waktu dan tempat. Bagi para personel Brimob Polda Kalimantan Timur, kesempatan untuk kuliah tanpa meninggalkan tugas dinas akhirnya jadi nyata. Melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT), para anggota Batalyon B Pelopor kini bisa menempuh pendidikan tinggi secara fleksibel dan tanpa batas.
Kegiatan sosialisasi program perkuliahan UT ini digelar di Aula Mako Batalyon B Pelopor, Samarinda Seberang, Senin (13/10/2025). Puluhan personel tampak antusias mengikuti pemaparan langsung dari tim UT tentang sistem pembelajaran jarak jauh (online learning) yang bisa disesuaikan dengan ritme kerja kepolisian.
Pasimin Batalyon B Pelopor, AKP Sriwiyono, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi kunci kemajuan, meski tugas anggota Brimob penuh tantangan.
“Tugas sebagai anggota Brimob memang penuh tantangan, namun pendidikan tetap menjadi kunci kemajuan. Melalui Universitas Terbuka, kesempatan belajar kini terbuka luas tanpa harus meninggalkan tanggung jawab dinas,” ujarnya.
Antusiasme peserta mencerminkan semangat baru di kalangan aparat penegak hukum untuk terus berkembang. Apalagi, konsep belajar mandiri UT memungkinkan siapa pun melanjutkan studi kapan pun dan di mana pun—tanpa harus terikat ruang kelas konvensional.
Langkah kolaboratif ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni menjamin pendidikan berkualitas dan inklusif bagi semua. UT, sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, terus membuka jalan agar akses pendidikan tinggi dapat dijangkau oleh siapa saja, termasuk mereka yang bertugas menjaga keamanan negara.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap profesionalisme anggota.
“Saya mendorong seluruh personel Brimob, khususnya generasi muda Batalyon B Pelopor, untuk terus belajar dan berkembang. Pendidikan tinggi tidak hanya menambah pengetahuan, tapi juga memperkuat karakter dan pola pikir strategis dalam bertugas,” tuturnya.
Kolaborasi antara UT dan Brimob ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi bukan lagi milik kalangan tertentu. Dengan model pembelajaran daring yang fleksibel dan terjangkau, UT membuktikan komitmennya untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat—termasuk mereka yang bekerja di medan tugas.
Lebih dari sekadar kuliah, kemitraan ini menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap pendidikan: bahwa belajar bisa dilakukan di mana pun, bahkan di tengah kesibukan menjaga keamanan bangsa.


