Tangerang Selatan, 9 September 2025 — Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU Kementerian Keuangan RI bersama PT. Surveyor Indonesia (ID Survey) menggelar kegiatan survei lapangan dalam rangka Kajian Perbandingan Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Kajian ini memiliki tujuan menganalisis upaya PTN BLU dan PTN BH dalam rangka peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi sesuai dengan kriteria pemeringkatan World Class University (WCU) dan diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan serta aspek-aspek yang perlu diperbaiki agar PTN dapat lebih fleksibel dan optimal dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi. Tim dari PT Surveyor Indonesia akan melaksanakan kegiatan survei lapangan ke 26 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), baik PTNBH dan PTNBLU, dalam rangka penyusunan kajian tersebut dan dilaksanakan pada tanggal 8 September s.d. 7 November 2025


Acara ini dihadiri para pimpinan UT antara lain oleh Plt. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Plt. Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan Dekan Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) serta para Kepala Pusat dan Direktur Direktorat.
Dalam kesempatan ini acara dibuka dengan sambutan oleh Plt. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi UT dari PTN-BLU menjadi PTN-BH adalah tonggak penting untuk memperkuat peran UT sebagai kampus pendidikan jarak jauh (PJJ) yang mendunia. Melalui kebijakan strategis yang ditetapkan, UT akan terus menata pondasi, mempercepat pertumbuhan, dan mengokohkan daya saing global dengan dukungan inovasi digital, tata kelola keuangan yang sehat, dan pengembangan kewirausahaan.
Paparan utama disampaikan oleh Hendrawan Bayu Wicaksono (Staf Ahli Keuangan dan Akuntansi pada Kantor Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum) yang mengulas perjalanan UT dari PTN-BLU menuju PTN-BH, termasuk roadmap menuju World Class University. Bayu juga menjelaskan terkait Good Corporate Governance, Roadmap RPJP UT, Akreditasi UT dan Program Studi, dan program-program UT terkait SDGs sejak menjadi PTN-BH. Sesi tanya jawab bersama pimpinan UT berlangsung intensif, dengan berbagai topik mulai dari pembentukan Project Management Office untuk pengelolaan badan usaha milik UT, strategi revenue, hingga program hilirisasi hasil riset. Kepala LPPM UT, misalnya, memaparkan bahwa tahun ini UT berhasil menghasilkan 20 paten sederhana yang siap dihilirisasi untuk menciptakan sumber pendapatan baru.
Plt. Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., menambahkan bahwa UT telah lebih dahulu menanamkan semangat kewirausahaan melalui program studi dan mata kuliah wajib Kewirausahaan. Beliau juga menegaskan capaian signifikan UT dalam beberapa tahun terakhir. “Dari tahun 2021 sampai sekarang, syukur pendapatan UT naik secara signifikan sejalan dengan kenaikan jumlah mahasiswa yang luar biasa tinggi dan cepat hasil dari kebijakan dan implementasi marketing yang efektif,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.
Kegiatan ini juga menyoroti keunggulan sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang menjadi ciri khas UT. Dengan lebih dari 770 ribu mahasiswa aktif, 2,5 juta alumni, 39 UT Daerah, dan 1 UT Luar Negeri, UT telah berkontribusi besar dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional sebesar 4% dari APK Nasional. Fleksibilitas, biaya kuliah yang terjangkau, serta dukungan ekosistem digital melalui UT TV, UT Radio, MyUT apps, bahan ajar digital, hingga pemanfaatan teknologi AI membuat UT semakin relevan di era pendidikan berbasis teknologi.
Momentum kajian ini juga menegaskan kontribusi UT terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), UT membuka akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) diwujudkan melalui penguatan program kewirausahaan dan hilirisasi hasil riset. SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) tercermin dalam penguatan digitalisasi akademik dan strategi revenue inovatif. Sementara SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan) hadir melalui kolaborasi UT dengan Surveyor Indonesia, Kementerian Keuangan, dan mitra industri.
Dengan roadmap yang jelas, kontribusi akademik yang nyata, serta dukungan mitra strategis, UT optimistis akan mewujudkan visi sebagai World Class University sekaligus menjadi kampus berdampak yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Kegiatan ditutup dengan kunjungan Tim Surveyor ke beberapa unit operasional UT seperti Puslaba, P2BAM dan DSI. Tim Surveyor melihat aktivitas di 3 unit tersebut yang merupakan Backbone layanan UT kepada mahasiwa secara komprehensif.


