Perempuan memiliki kekuatan yang kerap tumbuh dari hal-hal sederhana: kepedulian, kebersamaan, dan kemauan untuk saling menguatkan. Ketika kekuatan itu dirajut dalam sebuah organisasi, ruang untuk bertumbuh dan menghadirkan perubahan pun semakin terbuka. Semangat inilah yang menjadi pijakan Perempuan Mandiri Universitas Terbuka (PERMATA UT) dalam membangun kolaborasi, mengembangkan potensi perempuan, dan menghadirkan kontribusi yang bermakna bagi keluarga maupun lingkungan kerja.
Semangat tersebut mengemuka dalam pengukuhan pengurus PERMATA UT Pusat dan Daerah yang berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang dihadiri pengurus PERMATA UT dan jajaran pimpinan Universitas Terbuka (UT) ini menjadi momentum u n n ntuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung kemajuan institusi, membangun kebersamaan, serta mendorong kemandirian dan pemberdayaan perempuan di lingkungan UT.
Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi tersebut. Menurutnya, PERMATA UT memiliki posisi strategis dalam mendukung pencapaian visi universitas, terutama melalui peran perempuan dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan memperkuat keberdayaan keluarga.
“Di tangan Ibu-Ibu, di tangan para wanita, sebuah bangsa itu akan kuat,” ujar Ali dalam sambutannya.
Prof. Dr. Ali Muktiyanto menegaskan bahwa kekuatan perempuan tidak hanya tercermin dalam peran di lingkungan keluarga, tetapi juga melalui kontribusi sosial, dukungan terhadap rekan kerja, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang mendorong kemajuan institusi. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya UT mewujudkan perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia.


Kehadiran PERMATA UT juga membawa semangat inklusivitas. Organisasi ini dibentuk untuk memperluas ruang partisipasi perempuan di lingkungan UT, termasuk bagi pegawai non-PNS yang sebelumnya belum sepenuhnya terwadahi dalam keanggotaan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Dengan demikian, perempuan dari beragam latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan mengembangkan potensinya.
Ketua PERMATA UT Pusat, Een Sueni, S.E., M.Si. , menyebut pengukuhan pengurus pusat dan perwakilan daerah sebagai awal perjalanan untuk memperkuat persaudaraan perempuan UT di seluruh Indonesia. Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama yang membawa manfaat bagi anggota dan lingkungan sekitarnya.
“Semoga dengan telah dikukuhkannya PERMATA, kita semakin semangat, semakin kebersamaan, semakin mengenal saudara-saudara perempuan di seluruh Nusantara,” tutur Een.
Een Sueni menjelaskan, PERMATA UT Pusat memiliki empat bidang kegiatan, yakni sosial, pendidikan, ekonomi, dan UT Daerah. Sementara itu, PERMATA UT Daerah menjalankan tiga bidang kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing. Pembagian tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan program yang relevan, mulai dari kegiatan sosial dan pendidikan hingga penguatan ekonomi keluarga.
Berdasarkan laporan ketua, pembentukan PERMATA UT ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 2071 Tahun 2026 tentang Pengurus Perempuan Mandiri Universitas Terbuka Masa Bakti 2026–2030. Organisasi ini diresmikan pada 4 September 2026 dan menghimpun keterwakilan perempuan dari 39 UT Daerah, satu Sentra Layanan Universitas Terbuka Luar Negeri, serta unit-unit kerja di Kantor Pusat UT. Pengurus pusat berjumlah 34 orang, sementara pengukuhan pengurus daerah dilaksanakan melalui mekanisme yang melibatkan perwakilan di pusat dan daerah.
Ke depan, Prof. Dr. Ali Muktiyanto berharap PERMATA UT semakin mandiri dalam mengelola kegiatan dan mengembangkan potensi ekonomi anggotanya. Inisiatif seperti bazar dalam kegiatan wisuda dinilai dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemandirian organisasi sekaligus mendukung ketahanan ekonomi rumah tangga. Meski demikian, Ia mengingatkan bahwa tujuan utama PERMATA UT tetaplah membangun kebersamaan, keharmonisan, dan kesejahteraan bersama.
Semangat tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang kesetaraan gender. Pemberdayaan perempuan melalui kesempatan berorganisasi, pengembangan kapasitas, dan partisipasi dalam kegiatan sosial-ekonomi menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Bagi PERMATA UT, pengukuhan bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk membuktikan bahwa kekuatan perempuan tumbuh ketika setiap individu diberi ruang untuk berkontribusi. Sebab, perempuan yang saling menguatkan bukan hanya membangun organisasi yang lebih tangguh, tetapi juga menyalakan dampak yang dapat dirasakan keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat luas.



