Jakarta, 26 Juni 2025 — Universitas Terbuka (UT) turut berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokoler yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada 25–27 Juni 2025 di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi peran kehumasan dan keprotokolan antar perguruan tinggi negeri (PTN), politeknik, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) se-Indonesia.

Rapat koordinasi humas dan protoloer ini diharapkan memperkuat koordinasi antara Kemdiktisaintek, 76 PTN, 49 politeknik, dan 17 LLDikti se-Indonesia dalam pengelolaan keprotokolan yang profesional, pengelolaan kehumasan strategis dan adaptif di era transformasi digital, termasuk penguatan penulisan siaran pers, hubungan media dan antar lembaga, hingga sosialisasi logo “Diktisaintek Berdampak” sebagai citra kolektif kementerian.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, dilanjutkan sambutan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa humas dan protokoler memiliki peran strategis bagi perguruan tinggi, khususnya mengenai citra institusi. Selain itu karena humas adalah arsitek narasi bagi perguruan tinggi. Untuk itu dalam upaya membangun ikim informasi yang lebih terbuka sesuai dengan kaidah keprotokolan, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara humas dan protokoler. Pada kesempatan pembukaan rakor ini, Prof. Stella Christie, Ph.D. pun hadir untuk melakukan penyerahan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik kepada institusi yang informatif.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), UT mengutus dua perwakilan, yaitu Dr. Maya Maria, Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran dan Mohamad Rajih Radiansyah, M.Sc., Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Urusan Internasional. Keduanya hadir mewakili Direktorat Pemasaran dan Kerja Sama UT sebagai unit pelaksana fungsi strategis bidang kehumasan & pemasaran serta kerja sama, urusan internasional, termasuk protokoler di lingkungan UT.
Hari pertama tanggal 25 Juni 2025, berlangsung pemaparan materi dan diskusi antara lain tentang penguatan kehumasan oleh PCO (Public Communication Office), pengelolaan hubungan media dan pelayanan publik, serta tentang penguatan keprotokolan. Pada sesi diskusi, berbagai usulan dan aspirasi disampaikan oleh peserta, baik terkait bidang kehumasan maupun keprotokolan.
Usulan dan aspirasi Kehumasan: 1) Penyeragaman struktur organisasi dan SOTK kehumasan dan keprotokolan di PTN dan LLDikti; 2) Pelaksanaan diklat kehumasan (kompetensi profesi kehumasan); 3) Kemdiktisaintek memfasilitasi penyusunan aturan teknis ketatalaksanaan kehumasan di PTN dan LLDikti; 4) Penyampaian tema Anugerah Humas Diktisaintek dilakukan di awal tahun agar persiapan PT menjadi lebih baik; 5) Pembentukan forum humas PTN dengan struktur kepengurusan sesuai kebutuhan sebagai forum silaturahmi dan peningkatan kapasitas SDM humas PTN; 5) Mengadakan sertifikasi humas untuk SDM humas PTN melalui forum humas PTN dan humas Diktisaintek (sebagai pembina). Sedangkan usulan dan aspirasi Keprotokolan antara lain: 1) Penyelenggaraan Bimtek dan Diklat Keprotokolan (kompetensi profesi keprotokolan) PTN dan LLDikti oleh Kemdiktisaintek; 2) Penyusunan standar aturan teknis pelaksanaan keprotokolan oleh Kemdiktisaintek untuk PTN dan LLDikti dalam bentuk panduan atau buku saku.
Forum juga menekankan pentingnya penggunaan kanal resmi dalam penyampaian informasi, tata kelola hubungan media yang terpercaya, serta penguatan protokol institusional sebagai wajah institusi di hadapan publik dan mitra. Hal ini sejalan dengan semangat integrasi layanan publik berbasis digital dan tata kelola komunikasi yang agile dan terstruktur. Sinergi antara peran kehumasan dan keprotokolan yang efektif diharapkan dapat meningkatkan layanan publik modern yang lebih andal, responsif, serta adaptif terhadap kebutuhan institusi di lingkungan PTN/LLDikti.
Seluruh masukan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi Kemdiktisaintek dalam merumuskan kebijakan yang lebih terstruktur dan berdampak. Dengan adanya sinergi dan peningkatan kapasitas kelembagaan, peran kehumasan dan keprotokolan dapat semakin strategis dalam mendukung citra dan tata kelola pendidikan tinggi Indonesia.
Pada hari kedua, tanggal 26 Juni 2025, para peserta Rakor Humas dan Protokoler diberikan paparan materi tentang: 1) Peningkatan kompetensi penulisan siaran pers; 2) Sosialisasi Gerakan dan Logo “Diktisaintek Berdampak”, 3) Diskusi Panel oleh perwakilan Ditjen Dikti, Ditjen Saintek, Ditjen Risbang, Itjen, PPAPT, dan Pusdatin; 4) serta Sosialisasi Anugerah Humas dan Protokol Diktisaintek. Rakor akan ditutup pada tanggal 27 Juni 2025 dengan penyampaian hasil evaluasi dan rumusan program kerja bersama.
Bagi UT, keikutsertaan dalam Rakor ini tidak hanya sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan fungsi komunikasi publik, namun juga sebagai langkah strategis memperluas jejaring nasional serta memperkuat peran UT dalam ekosistem pendidikan tinggi yang transparan dan akuntabel. Kehadiran UT juga menjadi cerminan bagaimana perguruan tinggi berbasis pendidikan jarak jauh dapat berperan aktif dalam forum-forum kehumasan dan keprotokolan nasional.
Dengan semangat sinergi dan inovasi, UT terus mengedepankan praktik kehumasan yang inklusif, humanis, dan berdampak luas untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.



