Davao City, Filipina –
Pendidikan semakin menjadi jembatan diplomasi yang mempererat hubungan antarbangsa. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Terbuka (UT) melakukan kunjungan resmi (courtesy call) ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City, Filipina, pada 27 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian International Community-Based Educational Program for Cultural Revitalization through Playful Learning for Indonesian Descent Children in Davao City, Philippines.
Pertemuan yang berlangsung di KJRI Davao City menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi antara Universitas Terbuka dengan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dalam mendukung pengembangan pendidikan, pelestarian budaya Indonesia, serta pemberdayaan masyarakat diaspora Indonesia di Filipina. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan akses pendidikan dan kolaborasi internasional.
Dalam agenda tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional Universitas Terbuka bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia membahas rencana pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, penguatan keterlibatan mitra internasional, serta berbagai peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan ini juga melibatkan perguruan tinggi mitra internasional Mindanao State University (MSU).
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah inisiasi kerja sama berkelanjutan antara Universitas Terbuka, KJRI Davao City, dan berbagai mitra internasional. Diskusi difokuskan pada penyusunan rencana kolaborasi jangka panjang yang mencakup pengembangan program akademik, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas dosen dan mahasiswa, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Inisiasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi terbangunnya kemitraan strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pihak.
Universitas Terbuka menyampaikan bahwa kolaborasi dengan KJRI Davao City merupakan bagian dari strategi internasionalisasi UT yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan reputasi institusi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
“Universitas Terbuka meyakini bahwa pendidikan merupakan jembatan diplomasi yang mampu memperkuat hubungan antarbangsa. Melalui sinergi dengan KJRI Davao City dan berbagai mitra internasional, UT berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat Indonesia di mana pun berada.”
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Universitas Terbuka terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia melalui perwakilan RI di luar negeri. Kehadiran KJRI Davao City sebagai mitra strategis diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan budaya Indonesia, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia dan diaspora. Rangkaian program internasional ini selanjutnya diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti penguatan identitas budaya, literasi keuangan, pengembangan konten budaya digital, market day, serta forum diskusi bersama guru dan komunitas Sekolah Indonesia Davao (SID). Kegiatan tersebut melibatkan dosen dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka sebagai bentuk kolaborasi multidisiplin dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat internasional. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UT juga turut mendukung pelestarian budaya Indonesia di kalangan generasi muda diaspora sebagai bagian dari implementasi SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan KJRI Davao City memperlihatkan bahwa internasionalisasi UT tidak hanya diwujudkan melalui perluasan jejaring akademik, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Dengan memperkuat pendidikan, budaya, dan kemitraan lintas negara, UT terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi terbuka yang aktif menghadirkan pendidikan inklusif dan berdaya saing di tingkat global.



