Lebih dari 700 Peserta Adu Prestasi, Turnamen Tenis Meja Nasional UT Ramaikan UTCC

Tangerang Selatan – Bola kecil itu melesat cepat, memantul di atas meja, lalu kembali dengan pukulan yang tak kalah tajam. Di balik setiap reli, ada keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk berlatih, dan semangat untuk memberikan yang terbaik. Suasana itulah yang terasa di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, ketika lebih dari 700 peserta berkumpul untuk beradu kemampuan dalam Turnamen Tenis Meja Nasional Universitas Terbuka 2026 pada 21–23 Agustus 2026.

Selama tiga hari, UTCC berubah menjadi arena kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai kelompok usia. Turnamen yang diselenggarakan Universitas Terbuka (UT) tersebut mempertandingkan kategori U13, U16, U20, hingga ganda campuran. Beragam kategori tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.

Tak hanya soal siapa yang paling cepat mengembalikan bola atau mencetak poin terbanyak, turnamen ini membawa pesan yang lebih besar. Dengan mengusung moto “Cepat, Tangguh, dan Berprestasi: Raih Kemenangan dengan Sportivitas Sejati,” kompetisi dirancang menjadi ruang untuk membangun semangat bertanding yang sehat, mengasah kemampuan, sekaligus mempererat persahabatan antarpeserta.

Antusiasme yang terlihat dari jumlah peserta pun menjadi gambaran bahwa olahraga masih menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk berkembang. Bagi UT, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang pengembangan potensi di luar kegiatan akademik.

Semangat itu pula yang disampaikan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang sekaligus membangun rasa kebersamaan.

“ Kegiatan ini bukan sekadar tentang olahraga dan pertandingan, tetapi juga menjadi kegiatan yang menyatukan kita semua. Melalui olahraga, kita dapat membangun kebersamaan, persahabatan, semangat pantang menyerah, dan tentunya sportivitas,” ujarnya.

Jika olahraga menjadi ruang untuk membangun karakter, pendidikan tetap menjadi bekal yang tidak boleh ditinggalkan. Karena itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT sekaligus Ketua Persatuan Tenis Meja UT, Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., mengingatkan peserta, khususnya pelajar dan generasi muda, agar prestasi olahraga dan pendidikan berjalan beriringan.

“Teruslah berlatih dan mengejar prestasi sebagai atlet, tetapi jangan melupakan akademik. Prestasi olahraga dan pendidikan harus dapat berjalan bersama. Dengan keduanya, generasi muda akan memiliki bekal yang semakin kuat untuk masa depan,” pesannya.

Dukungan terhadap turnamen juga datang dari Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan, Irfan Alamsyah, S.E. Ia mengapresiasi inisiatif UT yang menyediakan ruang kompetisi bagi para atlet dan berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan. Apalagi, Tangerang Selatan akan menjadi salah satu pusat perhatian olahraga daerah karena dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.

Menurut Irfan, kompetisi seperti turnamen tenis meja memiliki peran penting dalam membangun atmosfer pertandingan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi. Ia berharap turnamen yang digelar UT dapat menjadi salah satu ruang lahirnya bibit-bibit atlet potensial sekaligus mendorong olahraga tenis meja semakin berkembang di masyarakat.

Memasuki pertandingan, persaingan pun berlangsung ketat di setiap kategori. Para peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga konsistensi dan sportivitas sepanjang pertandingan. Setiap laga menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus membangun relasi dan persahabatan dengan sesama atlet.

Hingga akhirnya, rangkaian pertandingan ditutup dengan penetapan para juara. Pada kategori U13 Putra, Jovan dari Arwana Jaya menjadi juara pertama, sedangkan Sabrina dari NHI meraih juara pertama U13 Putri. Untuk U16, Riza F. dari Stoni Graci keluar sebagai juara pertama Putra dan Diska dari MAN 2 Malang menjadi juara pertama Putri.

Persaingan berlanjut pada kategori U20. Kahfi dari Arwana berhasil meraih juara pertama U20 Putra, sementara Princessa dari NN TTC menjadi juara pertama U20 Putri. Adapun kategori Beregu Campuran dimenangkan SIM Sport Lampung sebagai juara pertama, disusul Arwana Jaya A sebagai juara kedua, serta ONIC B dan MH TTC–Kutim A sebagai juara ketiga bersama.

Pada akhirnya, tiga hari pertandingan di UTCC meninggalkan lebih dari sekadar daftar nama pemenang. Ada pengalaman bertanding, persahabatan, semangat pantang menyerah, dan sportivitas yang dibawa pulang oleh para peserta.

Melalui Turnamen Tenis Meja Nasional 2026, UT kembali menunjukkan bahwa ruang untuk berkembang dapat hadir dalam berbagai bentuk. Sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, UT terus mendorong terciptanya kesempatan bagi berbagai kalangan untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa batas.