UT dan Unsoed Perkuat Kolaborasi Kehumasan dan Keterbukaan Informasi Publik

Transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) bukan sekadar perubahan status. Di balik capaian tersebut, terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat tata kelola institusi, dan membangun kepercayaan publik. Semangat inilah yang mengantarkan Universitas Terbuka (UT) melakukan kunjungan kerja ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Kamis, 11 Juni 2026.

Kunjungan yang melibatkan UT Pusat dan UT Purwokerto tersebut menjadi ajang berbagi praktik baik melalui agenda benchmarking kehumasan, penguatan keterbukaan informasi publik, serta pengembangan jejaring kerja sama strategis antarkedua perguruan tinggi.

Delegasi Universitas Terbuka diterima langsung oleh Rektor Unsoed beserta jajaran pimpinan universitas. Dalam suasana diskusi yang hangat, Rektor Unsoed menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus menyoroti capaian UT yang kini telah berstatus PTN-BH.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan lompatan besar bagi Universitas Terbuka. Ia menyampaikan bahwa Unsoed yang saat ini memasuki usia 63 tahun masih berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), sementara UT telah melangkah lebih jauh sebagai PTN-BH.

Lebih lanjut, Rektor Unsoed menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Dalam konteks tersebut, Universitas Terbuka dinilai memiliki kontribusi yang sangat signifikan. Dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 768.248 mahasiswa, UT menjadi salah satu motor penggerak perluasan akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Kehadiran UT selama ini telah membuka kesempatan belajar bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang terkendala jarak, waktu, maupun kondisi pekerjaan. Di Jawa Tengah, keberadaan UT juga diakui memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi kepada masyarakat. Peran tersebut menjadikan UT sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan partisipasi pendidikan tinggi secara lebih inklusif dan merata.

Komitmen tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Selain memperluas akses pendidikan, Universitas Terbuka juga mendapat apresiasi atas konsistensinya dalam menjaga kualitas layanan pendidikan. Menanggapi berbagai dinamika yang terjadi pada jalur penerimaan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta, Rektor Unsoed menilai UT menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengawal sistem penjaminan mutu.

Menurutnya, kualitas pendidikan yang dijaga secara konsisten menjadi salah satu kekuatan utama Universitas Terbuka dalam menjalankan mandatnya sebagai perguruan tinggi yang melayani masyarakat dalam skala luas.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unsoed berharap pertemuan ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama dalam memperkuat Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), tata kelola hubungan masyarakat, serta keterbukaan informasi publik guna mewujudkan transparansi yang semakin baik kepada masyarakat. Upaya tersebut selaras dengan SDG 16 yang mendorong terciptanya institusi yang efektif, akuntabel, dan transparan.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik dan Kerja Sama (PKPKS) UT Pusat, Ali Tarigan, yang memimpin langsung delegasi pusat bersama tim, menyambut baik berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Ia menegaskan bahwa sebagai PTN-BH yang relatif baru, Universitas Terbuka terus melakukan penyesuaian dan pembenahan di berbagai lini. Karena itu, kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan perguruan tinggi lain menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan informasi publik dapat tersampaikan secara terbuka dan akuntabel kepada masyarakat.

Melalui pertemuan ini, UT dan Unsoed tidak hanya berbagi pengalaman dalam bidang kehumasan dan keterbukaan informasi publik, tetapi juga memperkuat fondasi kolaborasi antarlembaga untuk mendukung kemajuan pendidikan tinggi Indonesia. Lebih dari sekadar benchmarking, kunjungan ini menjadi langkah bersama dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif, transparan, dan semakin berdampak bagi masyarakat.