TANGERANG SELATAN, 1 April 2026 — Ada suasana yang berbeda terasa di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Rabu (1/4/2026). Bukan sekadar pertemuan pasca-Idulfitri, tetapi perjumpaan yang menghadirkan kembali kehangatan—melalui senyum, sapaan, dan kebersamaan yang terasa tulus. Di ruang itu, Halalbihalal Universitas Terbuka (UT) menjadi momen untuk kembali terhubung, bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai satu keluarga besar.
Mengusung tema “Reconnect & Reflect: Satukan Hati, Kuatkan Sinergi”, kegiatan ini digelar secara hybrid dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika UT, baik yang hadir langsung di UT Pusat maupun yang bergabung secara daring dari berbagai daerah. Sejak awal acara, suasana sudah terasa hidup. Penampilan Vocafarabi yang hadir menghadirkan harmoni yang hangat, menjadi pengikat suasana sekaligus pembuka ruang kebersamaan.
Halalbihalal ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Ainun Na’im, Ph.D, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. para Wakil Rektor, serta para Rektor terdahulu seperti Prof. Dr. M. Atwi Suparman, M.Sc., Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D., Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. yang juga saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dan sebagai Dewan Pakar PERGUNU, dan Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. Lalu dihadiri juga oleh H. Abdullah Mas’ud selaku Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan, perwakilan perguruan tinggi mitra seperti Universitas Teuku Umar dan UPN Veteran Jakarta, Ketua Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Direktur SEAMOLEC, para mitra, keluarga besar YDAI, pengurus Koperasi Karunika, jajaran pimpinan, serta seluruh pegawai UT dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengajak seluruh keluarga besar UT untuk memaknai Halalbihalal sebagai ruang untuk kembali menyatukan hati dan memperkuat kebersamaan.
“Kekuatan Universitas Terbuka tidak hanya terletak pada sistem yang kita bangun, tetapi pada kebersamaan dan keterhubungan hati yang membuat kita mampu melangkah lebih jauh dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang UT hingga saat ini tidak lepas dari semangat persatuan yang telah dirawat sejak awal. Dari semangat itulah, UT mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Indonesia.
Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi pengingat untuk terus bertumbuh, termasuk dalam etos kerja. Nilai kedisiplinan, ketulusan, dan tanggung jawab diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian, sehingga setiap peran yang dijalankan tidak hanya berdampak, tetapi juga bermakna.
Sejalan dengan itu, tausiah yang disampaikan oleh KH. Zulfa Mustofa mengajak peserta untuk melihat kembali arti kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang memperkaya, selama dijaga dengan sikap saling memahami dan menghargai.
Dalam pemaparannya, ia juga mengingatkan pentingnya ruang-ruang komunikasi sebagai perekat hubungan, baik di lingkungan masyarakat maupun di tempat kerja. Dari sanalah keharmonisan tumbuh, memperkuat hubungan, dan menghadirkan rasa saling peduli.
Sepanjang acara, penampilan Vocafarabi yang hadir di beberapa momen turut memperkuat suasana. Lagu-lagu yang dibawakan menghadirkan nuansa yang ringan dan menyenangkan, sekaligus menjadi penghubung emosional yang mempererat kebersamaan antar peserta.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Halalbihalal ini menjadi momentum untuk menguatkan kembali rasa kebersamaan dan semangat kolektif. Nilai-nilai yang dihadirkan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong Pendidikan Berkualitas serta membangun kelembagaan yang inklusif dan kolaboratif.
Menjelang akhir acara, satu hal terasa semakin jelas. Kebersamaan bukan sesuatu yang datang begitu saja, tetapi perlu dirawat. Dari hubungan yang hangat dan saling menguatkan, lahir semangat baru untuk melangkah bersama, menghadapi tantangan, dan memberi kontribusi yang lebih luas.
Karena pada akhirnya, langkah besar selalu berawal dari hati yang saling terhubung.



