Tangerang Selatan – Mesin patroli dan kesibukan menjaga keamanan wilayah biasanya menjadi menu harian bagi para personel di Polres Seruyan. Namun, di Aula Patria Tama 95 pada Kamis (9/4/2026) pagi tampak berbeda. Puluhan polisi duduk bukan untuk menerima instruksi operasi, melainkan untuk menyimak peluang kembali ke bangku kuliah.
Kehadiran tim dari Universitas Terbuka (UT) Palangkaraya di markas polisi tersebut seolah mendobrak stigma bahwa seragam dan tugas lapangan adalah penghalang untuk meraih gelar sarjana. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa batas, yang kini menjangkau hingga ke korps berseragam di daerah.
Wakapolres Seruyan, Kompol Hendry, S.E., yang hadir memimpin kegiatan, memberikan pesan yang cukup menyentuh bagi para anggotanya. Baginya, pengembangan kompetensi melalui bangku kuliah adalah investasi yang tidak akan pernah sia-sia bagi seorang prajurit Bhayangkara.
“Pendidikan adalah kunci untuk membuka peluang dan mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Dari pengalaman saya sendiri, tidak ada kata terlambat untuk belajar,” ungkap Kompol Hendry dengan nada memotivasi.
Pesan ini menjadi pemantik semangat bagi para personel, mulai dari bintara hingga perwira, untuk melihat pendidikan sebagai jembatan menuju karier yang lebih profesional dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Persoalan klasik bagi anggota Polri biasanya adalah jadwal dinas yang dinamis. Menjawab hal tersebut, Luthfi Faishal Fauzi, S.E., M.Si., perwakilan dari UT Palangkaraya, memaparkan bagaimana sistem pembelajaran jarak jauh di UT justru menjadi “nafas baru” bagi mereka yang sibuk.
Sebagai perguruan tinggi negeri, UT menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan polisi tetap bisa mengikuti perkuliahan di tengah jadwal patroli maupun piket. “Sistem kami dirancang agar pendidikan bisa mengikuti waktu mahasiswa, bukan sebaliknya. Jadi, tugas negara tetap jalan, pendidikan pun tidak terbengkalai,” jelas Luthfi.
Antusiasme pun pecah saat sesi diskusi. Banyak personel yang mulai mengulik detail program studi dan cara pendaftaran, menyadari bahwa kualitas pendidikan tinggi kini bisa diakses hanya dari ujung jari.
Langkah proaktif Polres Seruyan ini merupakan perwujudan nyata dari semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas. Melalui skema ini, pendidikan tidak lagi menjadi eksklusif milik mereka yang punya waktu luang, melainkan hak yang bisa diakses secara inklusif oleh semua lapisan masyarakat.
Selain itu, peningkatan intelektualitas aparat ini secara natural mendukung SDG poin ke-16 mengenai Kelembagaan yang Tangguh. Polisi yang terdidik tentu akan lebih humanis dan profesional dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi ini, Universitas Terbuka kembali menegaskan posisinya sebagai pionir pendidikan terbuka dan jarak jauh yang mampu menembus tembok kesibukan profesi, memastikan bahwa siapa pun bisa belajar, di mana pun mereka berada.

