Tangerang Selatan, 09 Februari 2026 – Universitas Terbuka (UT) memulai langkah awal penyusunan arah kinerja masa depan melalui Workshop Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun Anggaran 2027 yang digelar dengan melibatkan pimpinan universitas, fakultas, hingga unit kerja strategis. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan target kinerja seluruh unit agar sejalan dengan visi, misi, serta arah kebijakan UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Universitas Terbuka, Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., mewakili Rektor UT yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Adrian menegaskan bahwa penyusunan RKT merupakan fondasi strategis yang menentukan efektivitas program dan capaian kinerja universitas ke depan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur unit kerja secara profesional, sekaligus perlunya sosialisasi RKT hingga ke level pegawai agar setiap individu memahami kontribusinya dalam pencapaian target universitas.

“RKT harus menjadi bagian integral dari kontrak kinerja pimpinan unit. Karena itu, penyusunannya perlu selaras dengan Renstra UT, indikator kinerja utama, serta program strategis universitas,” ujar Adrian. Ia juga menekankan pentingnya integrasi perencanaan agar setiap program dan anggaran benar-benar mendukung capaian kinerja yang telah ditetapkan.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Universitas Terbuka, Dr. Kurnia Ndariyana, S.E., M.M., menyampaikan bahwa UT telah melakukan sinkronisasi perjanjian kinerja unit dengan Renstra terbaru universitas. Menurutnya, fokus utama pada RKT 2027 adalah penajaman target kinerja yang terukur serta pemahaman yang sama terkait definisi operasional dan formula pengukuran indikator kinerja program strategis.
“Pengukuran kinerja menjadi krusial karena di dalamnya terdapat capaian yang akan ditagihkan kepada setiap unit. Karena itu, pemahaman atas indikator dan cara pengukurannya harus betul-betul dicermati,” kata Kurnia. Ia juga menjelaskan bahwa UT telah mengembangkan aplikasi perencanaan kinerja yang terintegrasi dengan Renstra, sehingga capaian target dapat dipantau secara berkala, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dari sisi kinerja.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Perencanaan Universitas Terbuka yang menegaskan bahwa RKT merupakan turunan langsung dari Renstra lima tahunan dan menjadi pedoman utama arah kinerja tahunan. Dalam penyusunan RKT 2027, setiap kegiatan dan anggaran diwajibkan memiliki kontribusi langsung terhadap indikator kinerja strategis universitas. “Tidak boleh ada satu rupiah pun yang tidak mendukung capaian kinerja,” tegasnya.

Workshop ini juga menjadi ruang diskusi bagi unit-unit kerja untuk menyelaraskan program strategis, memperkuat sinergi lintas unit, serta memastikan keberlanjutan kebijakan universitas. Langkah ini selaras dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 16 mengenai tata kelola institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif.
Melalui penyusunan RKT yang terarah dan terukur, Universitas Terbuka menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Upaya ini menjadi fondasi penting agar akses pendidikan berkualitas tanpa batas dapat terus dirasakan oleh masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.


