Perjalanan Herman Zamzari di dunia birokrasi berawal dari satu keputusan penting: memilih tetap belajar meski berasal dari daerah dan di tengah keterbatasan akses. Keputusan itulah yang kelak mengantarkannya menapaki karier panjang hingga dipercaya menjabat Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kepahiang. Di balik perjalanan tersebut, Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu titik balik yang membuka jalan pendidikan tinggi tanpa batas bagi Herman.
Lahir di Seluma pada 24 Juli 1980, Herman tumbuh dan menamatkan pendidikan dasar di Kabupaten Seluma. Ia bersekolah dari tingkat SD hingga SMP di daerah kelahirannya sebelum melanjutkan ke SMK Pertanian di Kota Bengkulu. Lingkungan agraris dan pendidikan vokasional yang ia jalani sejak muda membentuk kedekatannya dengan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat, bidang yang kemudian banyak ia geluti dalam karier birokrasi.
Saat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi datang, Herman mulai mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari jarak, waktu, hingga akses pendidikan yang tersedia. Di titik inilah Universitas Terbuka hadir sebagai solusi. Herman menamatkan pendidikan di Program Studi (Prodi) Agribisnis (S1) Bidang Minat Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, UT memungkinkan Herman tetap mengenyam pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus terikat ruang dan waktu. Model pendidikan ini tidak hanya membekalinya secara akademik, tetapi juga membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat dijangkau oleh semua kalangan, sejalan dengan SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan inklusif.
Setelah menyelesaikan S1 di Universitas Terbuka, Herman melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) Prodi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB). Kombinasi pendidikan dari UT dan UNIB memperkuat pemahamannya tentang komunikasi, pertanian, dan agribisnis, yang kelak menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Karier Herman sebagai Aparatur Sipil Negara dimulai pada 2010. Ia pertama kali ditempatkan di Kabupaten Kepahiang sebagai staf di Dinas Peternakan dan Perikanan. “Lulus ASN di 2010 penempatan di Kabupaten Kepahiang,” kata Herman. Dari posisi tersebut, ia belajar memahami persoalan lapangan dan dinamika pelayanan publik secara langsung.
Langkah kariernya terus bergerak secara bertahap. Pada 2013, Herman dipercaya menjabat Sekretaris Lurah Kampung Pensiunan. Empat tahun kemudian, ia mengemban tugas sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial di Kantor Camat Kepahiang. Pada 2018, ia menjabat Kasubbag Perlengkapan Bagian Umum Setdakab Kepahiang, sebelum beralih ke Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan sebagai Kasi Keamanan Pangan pada 2019 dan Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan pada 2020.
Pengalaman lintas sektor semakin lengkap ketika Herman dipercaya menjadi Kepala Bidang Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup pada 2022, hingga akhirnya menjabat Camat Kepahiang pada akhir 2023. Kini, ia mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Kepahiang.
Di posisi ini, Herman menaruh perhatian besar pada penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. “Kita juga berupaya melakukan pemetaan sekaligus pembinaan terhadap UMKM kita agar UMKM kita dapat naik kelas,” pungkas Herman. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan SDGs 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak.
Bagi Herman, perjalanan pendidikan di Universitas Terbuka bukan sekadar jenjang akademik, melainkan pintu pembuka yang memperluas kesempatan hidup dan karier. Akses pendidikan tanpa batas yang ia rasakan menjadi bukti bahwa UT berperan nyata dalam mencetak sumber daya manusia daerah yang berdaya saing. Dari bangku UT hingga kursi pimpinan OPD, kisah Herman Zamzari menjadi cermin bahwa pendidikan yang inklusif mampu menggerakkan perubahan, dari individu hingga pembangunan daerah.



