Natal UT 2025 Bukan Hanya Perayaan: Ketika Iman, Keluarga, dan Keberagaman Bertemu

Tangerang Selatan, – Ada suasana yang berbeda di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (9/1/2026) sore itu. Cahaya lilin menyala perlahan, lagu pujian mengalun lembut, dan ratusan wajah dari latar belakang yang beragam duduk berdampingan dalam satu ruang yang sama. Di sanalah Perayaan Natal Universitas Terbuka (UT) Tahun 2025 sekaligus Tahun Baru 2026 dirayakan—hangat, inklusif, dan penuh makna.

Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (bdk. Matius 1:21–24) dengan subtema “Berkarya dan Bersaksi dalam Harmoni Keberagaman untuk Universitas Terbuka sebagai Pendidikan Jarak Jauh Berkualitas Dunia”, Natal UT tahun ini tak sekadar mengajak untuk merayakan kelahiran Kristus, tetapi juga merenungkan peran keluarga—termasuk keluarga besar UT—sebagai sumber kekuatan dan harapan.

Perayaan ini dihadiri Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Umum Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., Sekretaris Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik Universitas, jajaran pimpinan UT pusat dan daerah yang hadir secara luring maupun daring, perwakilan IKA UT, Dharma Wanita Persatuan UT, mahasiswa, alumni, purnabakti, mitra UT, serta Unit Pendidikan Dharma Karya UT. Hadir pula Romo Blasius Sumaryo, SCJ, Pdt. Bambang Wiku H., M.Th., dan penampilan istimewa dari Stephanie Marbun.

Ketua Panitia Natal UT, Bayu Eka Wicaksana, M.P., menyampaikan bahwa perayaan ini sengaja dirancang tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan dan persekutuan. “Tema ini mengingatkan kita bahwa keluarga—baik di rumah maupun keluarga besar UT—adalah fondasi penguatan iman, karakter, dan semangat pelayanan,” ujarnya. Sebanyak 320 peserta dewasa dan anak-anak hadir, menunjukkan antusiasme dan rasa memiliki yang kuat terhadap persekutuan iman di lingkungan UT.

Dari suasana ibadah yang khidmat, perayaan kemudian bergerak ke ruang refleksi yang lebih luas. Salah satu momen yang paling menyentuh hadir lewat lantunan pujian dari Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc. Pujian tersebut bukan hanya mengisi ruang dengan harmoni, tetapi juga menghadirkan makna mendalam tentang arah dan nilai yang sedang dibangun UT.

Melalui persembahan tersebut, arah dan pijakan Universitas Terbuka dalam melangkah dirangkum secara utuh—menumbuhkan semangat untuk terus bertumbuh, memperkuat kolaborasi lintas peran dan generasi, serta menjaga tegaknya integritas akademik dalam setiap proses. Refleksi ini tidak berhenti pada capaian dan perumusan strategi semata, melainkan menjadi ajakan kolektif bagi seluruh insan UT untuk menempatkan nilai-nilai luhur sebagai landasan utama dalam setiap ikhtiar, keputusan, dan pengabdian, demi keberlanjutan institusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Refleksi tersebut terasa semakin kuat ketika dihubungkan dengan pesan iman yang digaungkan sepanjang perayaan: manusia boleh merencanakan, tetapi Allah yang menentukan. Sebuah pengingat bahwa di balik strategi, transformasi digital, dan target institusional, UT tetap berpijak pada nilai spiritual dan etika.

Dalam sambutannya, Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto mengaku terharu melihat kesungguhan sivitas Kristiani yang terus berjuang bersama membangun UT hingga hari ini. Ia menegaskan bahwa UT berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang inklusif dan toleran. “Perbedaan keyakinan dan cara pandang dalam religiusitas tidak menjadi soal. Kita bergandengan tangan untuk melayani UT, melayani negeri, dan menebarkan damai serta kasih,” tuturnya.

Pesan damai itu juga digaungkan oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Paken Pandiangan, yang berharap semangat Natal dan Tahun Baru 2026 meresap ke relung jiwa setiap insan UT untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat. Dari sisi mahasiswa, Tiur Nadea, perwakilan mahasiswa UT Surakarta, menyampaikan rasa bangga dapat terlibat dalam perayaan yang hangat dan inklusif. Sementara perwakilan purnabakti UT mengungkapkan apresiasi atas kesempatan untuk tetap berpartisipasi dan menyaksikan berbagai inovasi yang terus tumbuh di UT.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Natal UT 2025 menjadi cermin nilai pembangunan berkelanjutan—menguatkan pendidikan berkualitas, institusi yang inklusif, serta perdamaian dan kebersamaan sosial. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang terus diupayakan UT melalui pendidikan jarak jauh yang berkualitas (SDG 4) dan menjangkau siapa pun, di mana pun (SDG 16).

Dari UTCC, keluarga besar Universitas Terbuka melangkah menuju 2026 dengan harapan baru. Cahaya lilin mungkin akan padam, tetapi pesan Natal—tentang iman, keluarga, dan harmoni dalam keberagaman—terus menyala, menjadi bekal UT untuk berkarya bagi bangsa dan dunia.