Semarang, 16 Desember 2025 — Ketika jutaan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) belajar dari rumah, dari desa, dari kota-kota kecil hingga pelosok negeri, jejak yang ditinggalkan justru terasa sampai ke panggung global. Dari cara belajar yang minim mobilitas fisik itulah, UT mencatatkan peningkatan peringkat dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, baik di tingkat nasional maupun global. Capaian ini diumumkan pada acara penganugerahan UI GreenMetric 2025 yang digelar di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin (16/12/2025), dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, pimpinan perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan isu lingkungan dan perubahan iklim.
Peningkatan tersebut tercermin jelas dalam hasil pemeringkatan. Secara nasional, UT naik dari peringkat 35 menjadi peringkat 34 dari total 196 perguruan tinggi Indonesia yang berpartisipasi. Di tingkat global, UT melonjak dari posisi 301 ke peringkat 269 dunia dari 1.745 perguruan tinggi. Capaian ini sekaligus menempatkan UT di atas sejumlah open university lain yang turut berpartisipasi, seperti Allama Iqbal Open University (Pakistan), Open University of Sri Lanka, dan Sukhothai Thammathirat Open University (Thailand), memperkuat posisi UT sebagai open university berwawasan lingkungan yang kompetitif di tingkat kawasan dan global.
Bagi UT, kenaikan peringkat ini tidak semata dimaknai sebagai pencapaian angka. Lebih dari itu, capaian tersebut merefleksikan konsistensi institusi dalam menempatkan keberlanjutan sebagai bagian integral dari tridarma perguruan tinggi. Model pendidikan jarak jauh yang selama ini menjadi identitas UT bukan hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menghadirkan cara belajar yang lebih efisien energi dan ramah lingkungan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dewi Artati Padmo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dan konsistensi UT dalam menempatkan isu keberlanjutan sebagai bagian integral dari tridarma perguruan tinggi.
“Peningkatan peringkat UT di UI GreenMetric 2025 menunjukkan bahwa pendidikan jarak jauh yang kami kembangkan tidak hanya menjangkau wilayah luas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengurangan dampak lingkungan. Prinsip keberlanjutan telah kami integrasikan dalam riset, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi,” ujar Prof. Dewi.
Sejalan dengan itu, UT juga memandang capaian ini sebagai bukti adaptasi institusi terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, menegaskan bahwa karakter pendidikan jarak jauh yang diusung UT memiliki relevansi kuat dengan agenda kampus hijau.
“Model pendidikan jarak jauh UT secara inheren mendukung agenda green campus melalui efisiensi energi, minimisasi mobilitas fisik, dan pemanfaatan teknologi digital. Ke depan, UT akan terus memperkuat riset dan inovasi yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals,” kata Dr. Hendrian.
Capaian UT juga selaras dengan indikator penilaian UI GreenMetric yang mencakup enam aspek utama, yakni pengaturan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, pengelolaan air, transportasi, serta pendidikan dan riset berorientasi keberlanjutan. Seluruh proses penyiapan data dan evidence dikoordinasikan oleh Tim Gugus Tugas UT Green University yang bekerja secara konsisten dan terukur.
Ketua Gugus Tugas UT Green University, Mirza Permana, M. Si., menegaskan bahwa capaian UT dalam UI GreenMetric 2025 merupakan hasil dari keyakinan bersama dan kerja lintas unit yang dibangun secara berkelanjutan, bukan kerja instan menjelang pemeringkatan. Proses pengumpulan dan penyiapan evidence dilakukan secara sistematis melalui kolaborasi antara unit akademik, unit pendukung, serta pengelola sistem pembelajaran jarak jauh, dengan memastikan setiap kebijakan dan praktik di lapangan terdokumentasi sesuai standar internasional.
“Dinamika pemeringkatan global sangat kompetitif dan indikatornya terus berkembang. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada capaian angka, tetapi pada penguatan praktik nyata kampus hijau yang berkelanjutan. Dengan cara ini, UT tidak hanya mampu naik peringkat, tetapi juga menjaga keberlanjutan posisinya,” tambahnya.
Pendekatan tersebut menjaga UT tetap konsisten berada di jajaran 50 besar perguruan tinggi hijau terbaik di Indonesia pada 2025. Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, UT memilih untuk terus memperkuat implementasi nyata di lapangan agar keberlanjutan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi budaya institusi.
Ke depan, UT memandang model pendidikan jarak jauh sebagai kekuatan strategis dalam pengembangan green campus. Efisiensi energi, pengurangan mobilitas fisik, serta pemanfaatan teknologi digital ramah lingkungan menempatkan UT pada posisi yang semakin relevan di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui capaian ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya sebagai green open university—kampus terbuka yang tidak hanya unggul dalam memperluas akses dan menjaga kualitas pendidikan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Dari ruang-ruang belajar yang tersebar di seluruh penjuru negeri, UT membuktikan bahwa langkah yang konsisten dapat menghadirkan dampak besar bagi masa depan bumi.



