Tangerang Selatan, 28 November 2025 — Suasana hangat memenuhi Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) pada gelaran UT Media Day 2025, Jumat siang. Para jurnalis, pimpinan redaksi, dan perwakilan media datang dari berbagai wilayah, sebagian hadir langsung di UTCC dan sebagian lainnya mengikuti secara daring. Keterhubungan dari Aceh hingga Papua dalam satu ruang diskusi menjadi gambaran nyata karakter Universitas Terbuka (UT): inklusif, terbuka, dan tanpa batas.
Tahun ini, UT Media Day mengusung tema “Kepemimpinan Baru, Arah Baru: Kolaborasi Media dan Universitas Terbuka untuk Kemajuan Pendidikan Tinggi yang Berdampak bagi Indonesia.” Lewat forum ini, UT menegaskan komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh kalangan melalui transformasi digital, penguatan tata kelola, serta sinergi strategis bersama media sebagai mitra utama.
Dalam sesi pembukaan, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UT sedang memasuki fase penting dalam perjalanan pendidikan tinggi Indonesia. “UT adalah instrumen penting bangsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Instrumen penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tidak ada negara maju tanpa pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujarnya. Ia menegaskan UT menargetkan mampu menjangkau hingga 2,5 juta mahasiswa pada 2045 melalui pembelajaran terbuka yang didukung teknologi adaptif dan platform digital yang terus diperbarui.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem digital pembelajaran—mulai dari modernisasi Learning Management System (LMS), integrasi sistem akademik dan kemahasiswaan, hingga pengembangan automated online proctoring yang memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari perangkat masing-masing. Di tengah akselerasi teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Ali menekankan pentingnya peningkatan kemampuan analitis, sintesis, dan integritas akademik agar lulusan UT tidak hanya adaptif, tetapi juga relevan dengan tuntutan masa depan.
Atmosfer dialog terasa semakin hangat ketika sesi talkshow pimpinan UT dimulai. Rektor hadir bersama jajaran Wakil Rektor yang memaparkan arah transformasi unit masing-masing—mulai dari tata kelola keuangan dan SDM, integrasi sistem informasi, peningkatan layanan mahasiswa, hingga hilirisasi riset dan strategi pemasaran. Meskipun Wakil Rektor Bidang Akademik berhalangan hadir, ia menitipkan pesan yang mencuri perhatian: “Media massa adalah unsur penting dalam perkembangan UT. Sate tidak akan matang kalau tidak dikipasi, asapnya terbang membawa bau harum membuat banyak orang tahu.” Pesan tersebut menjadi metafora sederhana tentang peran media dalam menyebarkan cerita dan dampak UT kepada publik.
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah, UT menegaskan bahwa media bukan sekadar penyalur informasi, tetapi mitra strategis yang memperkuat narasi pendidikan terbuka. Melalui pemberitaan, berbagai kisah mahasiswa UT—pekerja migran yang belajar di sela waktu, Gen Z yang membagi peran antara kuliah dan pekerjaan, hingga warga dari daerah terpencil—dapat tersampaikan lebih luas. Kehadiran kisah-kisah ini membuat publik memahami bahwa pendidikan tinggi yang inklusif bukan sekadar slogan, tetapi realitas yang diperjuangkan UT setiap hari.

Pada UT Media Day ini juga dipaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan oleh UT, termasuk penguatan data berbasis kebutuhan, retargeting audiens, peningkatan kerja sama nasional–internasional, hingga modernisasi layanan berbasis teknologi. Upaya ini tidak hanya memperkuat eksistensi UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh terbesar di Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian SDG 4: Quality Education—yakni pendidikan bermutu dan inklusif bagi semua.
Acara ditutup dengan nada optimistis. UT menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan baru, transformasi institusi akan berjalan lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih berdampak. Namun perjalanan ini tidak bisa ditempuh sendirian. Media menjadi mitra kunci yang memastikan setiap inovasi, langkah, dan cerita UT sampai kepada masyarakat dengan jelas, jernih, dan inspiratif. Dengan kolaborasi ini, UT melangkah menuju masa depan di mana pendidikan tinggi benar-benar dapat diakses siapa pun, dari mana pun, dan kapan pun—tanpa batas.




