Tangerang Selatan, 31 Oktober 2025 — Di tengah cepatnya perubahan dunia kerja, Universitas Terbuka (UT) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berkolaborasi menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan. Melalui kegiatan Penyuluhan Jabatan bertema “Green Jobs, Bright Future: Membangun Karier Berkelanjutan untuk Dunia yang Lebih Baik”, UT mengajak mahasiswa berpikir lebih jauh tentang masa depan karier yang ramah lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) ini diikuti lebih dari 300 mahasiswa secara luring dan ratusan lainnya dari berbagai daerah secara daring. Acara dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta & PKK) Kemenaker, Eva Trisiana, S.S., M.Bus., serta dihadiri oleh Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UT yang mewakili Rektor.
Eva menjelaskan, kegiatan “Kemnaker Goes to Campus” merupakan langkah nyata pemerintah untuk memperkenalkan dunia kerja kepada mahasiswa sejak dini.

“Kami ingin berkontribusi menyiapkan para mahasiswa agar memahami dunia kerja itu seperti apa, dan membantu mereka memilih pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun minat dan bakatnya. Tahun ini hanya ada 10 kampus yang kami datangi, dan saya apresiasi Universitas Terbuka yang sudah siap menjadi mitra kami,” ujarnya.
Hadir pula narasumber dari industri dan dunia psikologi, yakni Fiena Firmawati Rasulia, S.E., M.M., Ak., C.A., Vice President Manajemen Kinerja Human Capital PT PLN (Persero), dan Agastya Prithami Sukaton, M.Psi., Psikolog dari HIMPSI, yang memberikan pandangan tentang peluang karier masa depan dan pentingnya kesiapan mental di era green economy.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UT memperkuat literasi green jobs di kalangan mahasiswa.
“Hari ini kami bekerja sama dengan Kemenaker untuk memberikan penyuluhan agar mahasiswa dapat menyiapkan karier yang lebih baik ke depan. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, UT juga memperkenalkan CareerHub UT, platform karier terpadu yang dirancang untuk membantu mahasiswa dan alumni merencanakan karier mereka secara sistematis. Melalui layanan seperti pelatihan, magang, bursa kerja, hingga konseling karier berbasis career action plan, UT berkomitmen menciptakan ekosistem karier yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi. “Beberapa waktu lalu sempat muncul isu bahwa perguruan tinggi menjadi penyumbang terbesar pengangguran. Ini menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami menyambut baik kerja sama ini agar lulusan UT tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha-usaha baru,” tegasnya.
Kolaborasi UT dan Kemenaker ini tak hanya berfokus pada peningkatan kesiapan kerja, tetapi juga menguatkan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui program ini, UT membuktikan bahwa akses pendidikan terbuka dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk membangun masa depan karier yang berkelanjutan dan berdampak bagi lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UT terus memperluas perannya sebagai pelopor pendidikan jarak jauh yang tak sekadar memberikan akses belajar tanpa batas, tetapi juga menyiapkan mahasiswa menjadi agen perubahan yang siap berkontribusi untuk dunia kerja hijau dan berkelanjutan.

