Universitas Terbuka (UT) tiada henti menjawab tantangan era digital dan menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pilihan pendidikan tinggi. Akhirnya, UT membuka sekolah vokasi dan menghadirkan 15 program studi baru berbasis Sains (Science), Teknologi (Technology), Teknik (Engineering), dan Matematika (Mathematics) atau yang disingkat dengan STEM.
Dalam konferensi pers usai wisuda UT Kupang di Hotel Harper, Rabu (24/9/2025, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan langkah ini dilakukan untuk menepis anggapan masyarakat kalau pendidikan jarak jauh hanya cocok untuk bidang ilmu sosial saja. Tidak hanya itu, langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan kompetensi SDM masa depan dan tuntutan dunia usaha serta dunia kerja (DUDI) yang semakin mengedepankan inovasi dan teknologi. Melalui program Vokasi, UT membuka akses ke pendidikan keahlian yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri yang bisa diakses dari Sabang sampai Merauke.
Walaupun UT adalah perguruan tinggi dengan sistem pendidikan jarak jauh, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena ini tidak akan menghilangkan praktik. Demi mendukung kesuksesan program yang telah berjalan ini, UT berkolaborasi dengan semua lab dan bengkel studio di seluruh Tanah Air agar para mahasiswanya bisa tetap berpraktik. Selain itu, UT pastikan bahwa porsi praktik tetap berjalan sesuai standar.
Praktik kuliah yang bisa diakses di mana saja tanpa perlu tatap muka, membuat UT selalu beradaptasi dengan teknologi pendidikan terkini. Pernyataan ini terbukti dengan besarnya angka mahasiswa UT yang sudah bekerja atau berwirausaha, sementara sisanya merupakan lulusan SMA yang memilih fleksibilitas belajar.
Langkah UT dengan membuka 15 prodi vokasi untuk menjawab kebutuhan DUDI turut mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), UT mendukung tercapainya pendidikan yang inklusif, merata, dan relevan sesuai kebutuhan zaman. Lalu, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), UT berharap dengan dibukanya program-program STEM dan vokasi memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang produktif, kreatif, dan sesuai kebutuhan pasar kerja modern sehingga mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Langkah strategis UT ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan, melahirkan sumber daya manusia unggul, sekaligus menjawab tantangan era digital dan kebutuhan industri masa depan.



