Desa Waru Jadi Model PkM Nasional UT: Kolaborasi Lokal, Dampak Global 

Sebagai bentuk nyata komitmen dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan peran perguruan tinggi, Universitas Terbuka (UT) secara resmi meresmikan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional 2025 di Desa Waru, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UT dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan berbasis potensi lokal, khususnya dengan menjadikan Desa Waru—yang dikenal sebagai pusat pasar ikan hias terbesar di Asia Tenggara—sebagai salah satu desa binaan UT. 

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., yang menyampaikan pentingnya penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat sebagai akar rumput dalam membangun ketahanan sosial dan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan kekayaan hayati dan budaya ikan hias yang menjadi identitas kuat Desa Waru, UT hadir melalui program PkM Nasional untuk membantu membangun kapasitas warga, memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif, serta membentuk ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. 

Program PkM ini merupakan salah satu program yang didanai oleh UT melalui PkM Skema Nasional di bawah koordinasi Pusat Pengabdian kepada Masyarakat pada LPPM UT dan dilaksanakan oleh tim dosen dari Program Pascasarjana UT dengan semangat kolaboratif lintas  disiplin ilmu. Tak hanya mendampingi dalam hal pelatihan  tata kelola administrasi Desa dan digitalisasi UMKM, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas jejaring pemasaran ikan hias hingga ke pasar internasional melalui kanal digital, serta upaya pelestarian lingkungan dengan melakukan pendampingan pengolahan sampah organik pasar Parung menjadi pakan ikan.  Program ini diharapkan membawa dampak yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga Desa Waru, tetapi juga menciptakan model pengabdian yang dapat di-replikasi di desa-desa lain di Indonesia. 

UT melihat Desa Waru sebagai laboratorium hidup untuk mengintegrasikan ilmu, teknologi, dan nilai-nilai kemandirian dalam skala lokal yang berdampak global. Ke depan, program ini akan terus dikembangkan melalui pendekatan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama, bukan hanya sebagai objek. 

Melalui Desa Waru, UT menegaskan perannya sebagai kampus digital berdampak, UT  tidak hanya membangun pendidikan tinggi jarak jauh, tetapi juga memperluas akses, pemberdayaan, dan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Diharapkan dari Desa Waru, semangat pemberdayaan masyarakat bisa menjalar ke seluruh penjuru negeri, dan dari Desa Waru pula, potensi lokal bisa melangkah ke panggung global.