UMKM Siap Mendunia? UT dan DUDI Jawab Tantangan Era Digital! 

Dalam era transformasi digital yang semakin pesat, bagaimana pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) bisa bertahan di era transformasi digital, bahkan menjadi pemain global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan? Tantangan ini yang menjadi sorotan utama Universitas Terbuka (UT), Perguruan Tinggi Negeri (PTN) penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berkualitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. UT turut mengambil peran dalam mengakselerasi digitalisasi khususnya dalam konteks pemberdayaan UMKM dalam menggelar webinar bertajuk “Empowering Small Businesses through Digital Transformation: Entrepreneurship and Financial Literacy” pada Jumat, 29 Desember 2024. Webinar yang terbuka untuk umum ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata UT dalam mendukung adaptasi UMKM terhadap teknologi digital untuk meningkatkan daya saing di pasar global.  

Webinar ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri (DUDI) dalam menciptakan solusi yang inovatif dan inspiratif bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh di tengah tantangan zaman. Webinar ini melibatkan para pakar yang luar biasa di bidangnya antara lain Rizha Muchlis dari Mandiri Corporate University, Prof. Dr. Ginta Ginting, M.B.A. dan Prof. Dr. Rhini Fatmasari, S.Pd., M.Sc., keduanya dari UT. Selain itu, sesi khusus bertema “Comparative Study Between Indonesia and Malaysia: Digital Tranformation in Small Businesses, Legal Framework, and Consumer Protection” turut menghadirkan tokoh ternama, seperti Junastra Firka selaku Micro Development & Agent Banking Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Haniff Ahamat, Ph.D. dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T. dan Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D. dari UT.  

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., Ph.D.  yang sekaligus akan membuka acara webinar ini. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi, tidak saja memberi kontribusi terhadap PDB, tetapi juga dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah besar. Namun tantangan di era digital, UMKM menghadapi tantangan berat seperti minimnya literasi teknologi, keterbatasan akses pendanaan, dan kurangnya pemahaman regulasi. “Oleh sebab itu, melalui webinar ini, diharapkan dapat menawarkan solusi konkret yang dapat mendukung keberlanjutan dan daya saing UMKM di masa mendatang,” ujar WR4. “Jadi kata kunci hari ini adalah Usaha Kecil dan Digital, dan UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia dan dunia,” ungkap Rahmat Budiman, Ph.D.  

Sesi pemaparan materi disampaikan oleh 3 (tiga) narasumber yang dimoderatori oleh Ratna Marta Dhewi, S.E., M.Acc., Ak. Dimulai dari Prof. Ginta yang memaparkan pentingnya crowdfunding melalui fintech sebagai jembatan antara investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Prof. Rhini melanjutkan dengan  membahas pengelolaan keuangan di era digital berbasis literasi finansial dan teknologi dalam mengoptimalkan peluang usaha. Menurut beliau, tren usaha potensial saat ini yang bisa dikembangkan antara lain produk lokal berbasis kebutuhan pasar dan layanan digital, atau pun usaha dengan modal terbatas misalnya usaha berbasis keahlian atau hobi. Sementara itu, Rizha Muchlis dari Mandiri Corporate University menyoroti literasi keuangan untuk UMKM dan perorangan, serta langkah-langkah praktis dalam memisahkan rekening usaha, mencatat transaksi, dan menabung, berinvestasi, dan mengelola pinjaman.  

Sesi perbandingan antara Indonesia dan Malaysia memperkaya wawasan peserta. Diskusi yang tidak kalah menarik dan insightful dengan tema “Comparative Study Between Indonesia and Malaysia: Digital Transformation in Small Businesses, Legal Framework, and Consumer Protection” ini dimulai oleh pemaparan Prof. Daryono dari UT tentang perlindungan konsumen dari segi hukum, hak konsumen, hak UMKM, serta tantangan dan solusi untuk masa depan dari segi regulasi. Junastra Firka dari PT Bank Mandiri mempresentasikan inovasi Livin’ Merchant sebagai solusi digital bagi yang mempermudah para pelaku UMKM, baik yang sudah menjalani usaha maupun yang baru merintis usaha. Dr. Rif’an dari UT menggagas tentang transformasi digital dan tantangan pelaku UMKM saat ini. Adapun Haniff Ahamat dari Universiti Kebangsaan Malaysia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai pendongkrak pertumbuhan UMKM dan kewirausahaan global dan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk menciptakan lingkungan usaha yang adil bagi UMKM. 

Acara ini mencerminkan kontribusi UT dalam mendukung Tujuan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur, serta tujuan ke-17, kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan pendekatan multidisipliner, UT memberikan kontribusi melalui inovasi teknologi untuk peningkatan efisiensi dan daya saing (FST), literasi digital dan pengembangan semangat kewirausahaan khususnya di kalangan generasi muda (FKIP), strategi kewirausahaan, pengelolaan keuangan efektif (FEB), dan aspek regulasi dan perlindungan hukum guna menciptakan ekosistem usaha yang patuh hukum dan terpercaya (FHISIP). Langkah ini memperkuat komitmen UT dalam menciptakan pendidikan berkualitas yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat, sesuai dengan visi untuk membangun generasi emas hingga ke pelosok negeri. 

Webinar ini menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan sekedar pilihan, tetapi keharusan. Melalui kolaborasi kuat antara UT, Bank Mandiri, dan Universiti Kebangsaan Malaysia, terbuka jalan bagi pelaku UMKM Indonesia untuk berkembang di tingkat global. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, harapannya pelaku UMKM di Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi dunia.