Dari Lapak Snack ke Arena Nasional: Mahasiswi UT Siap Harumkan Nama Bangsa di PON 2025 

Rosa Amalia, mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Malang asal Kediri, kembali mencuri perhatian publik usai menorehkan prestasi emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) IX 2025. Di tengah keterbatasan ekonomi dan berbagai tantangan hidup, Rosa membuktikan bahwa semangat, konsistensi, dan dukungan pendidikan yang tepat mampu membuka jalan menuju prestasi nasional dan internasional. 

Bertanding di cabang olahraga jujitsu nomor Newaza Under 63-kilogram, Rosa meraih medali emas secara dramatis lewat poin kemenangan di detik-detik terakhir pertandingan. Capaian ini menjadi batu loncatan penting menuju target selanjutnya: mewakili daerah dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2025.

Rosa bukan hanya atlet tangguh, tetapi juga sosok pembelajar gigih. Memilih kuliah di Universitas Terbuka memungkinkan dirinya menyeimbangkan antara latihan intensif sebagai atlet dan proses akademik tanpa hambatan ruang dan waktu. “UT sangat mendukung saya sebagai atlet. Jadwal kuliah yang fleksibel bikin saya bisa tetap latihan dan tetap kuliah,” ungkap Rosa. 

Kisah hidup Rosa juga tak lepas dari perjuangan. Sejak kecil, ia sudah terbiasa mandiri. Sang ibu meninggal saat ia masih duduk di bangku SD, dan sang ayah jatuh sakit ketika Rosa remaja. Untuk bertahan, ia berjualan makanan ringan saat SMA demi membayar biaya sekolah. “Saya sempat kesulitan bayar sekolah dan ijazah saya tertahan. Tapi saya terus berusaha,” kisahnya. 

Setelah berhasil menebus ijazah dengan bekerja di swalayan, Rosa melanjutkan pendidikan di UT sembari menekuni olahraga jujitsu. Pada 2022, ia meraih medali perak dalam ajang Thailand Open Grand Prix, membuktikan dirinya mampu bersaing di tingkat internasional. 

Kini, Rosa tengah bersiap mengikuti pemusatan latihan daerah (puslatda) sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2025. Harapannya sederhana namun kuat: membanggakan kedua orang tua dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi. 

Kisah Rosa mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung UT—akses pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa. UT bukan sekadar tempat kuliah, tetapi ruang tumbuh yang memfasilitasi mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun non-akademik, termasuk di bidang olahraga berprestasi. 

Dengan semangat pantang menyerah, Rosa Amalia menunjukkan bahwa dari kampus digital seperti UT, lahir generasi muda yang siap membawa nama Indonesia ke pentas nasional dan dunia.