Tangerang Selatan, Indonesia, 20 Mei 2025 – Universitas Terbuka (UT) secara resmi membuka kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional 2025 di Sabah, Malaysia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Terbuka, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universiti Malaysia Sabah (UMS), serta didukung oleh FGV Holdings Berhad, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, dan Konsulat RI di Tawau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di wilayah perkebunan Sabah melalui pelatihan guru dan penyediaan media pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
PkM Internasional 2025 mengusung tiga program utama, yaitu pelatihan literasi kebangsaan, pelatihan media pembelajaran berbasis budaya, dan pelatihan asesmen digital. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring pada 24–31 Mei 2025 dan secara luring di Tawau, Sabah pada bulan Agustus 2025. Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan PkM Internasional tahun 2024 yang telah berjalan sukses dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ucu Rahayu, Dekan FKIP UT, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sejalan dengan program “Kampus Berdampak” yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan terus berlanjut di masa mendatang. Sinergi lintas negara dan semangat kebangsaan menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ungkap Prof. Ucu.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Iwan Sugihartono, Ketua LPPM UNJ, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian internasional yang memberikan rekognisi global bagi institusi pendidikan Indonesia.
“Sinergi antara UNJ, UT, dan mitra internasional sangat penting untuk menyelesaikan persoalan pendidikan anak-anak migran secara sistematis. Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap dapat terus berlanjut,” pungkasnya.
Dukungan juga datang dari sektor industri. Tn. Muril Raman Armugan, RCEO FGV P(M) Sabah dan Sarawak, menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan FGV dalam mendukung pendidikan anak-anak pekerja migran. Ia menjelaskan bahwa saat ini FGV mengelola 14 Community Learning Centers (CLC) dengan lebih dari 1.500 siswa, terdiri dari 1.145 anak Indonesia dan 359 anak Filipina, serta 49 guru.
“Pendidikan adalah hak semua anak, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Dari pihak sekolah, Bu Shelya Regina, mewakili Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat terus diperkuat.
“Kami sangat terbuka untuk kerja sama berkelanjutan dan mengundang UT serta UNJ untuk berpartisipasi dalam seminar internasional tahunan kami,” ungkap beliau.

Sementara itu, Aris Heru Utomo, Kepala Perwakilan RI Tawau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional. Konsulat mengapresiasi kontribusi UT dalam memperkuat literasi kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di kalangan anak-anak pekerja migran.
“Kami siap mendukung pelaksanaan kegiatan ini di wilayah kerja kami yang mencakup 101 CLC, sebagian besar berada di wilayah perkebunan yang sulit dijangkau,” ujar perwakilan Konsulat.

Ketua LPPM UT, Prof. Dewi Artati Padmo Putri, Ph.D. menyampaikan bahwa ini adalah tahun kedua pelaksanaan PkM Internasional di Sabah.
“Kami sangat bersyukur kegiatan tahun lalu berjalan lancar, dan kami berharap tahun ini dapat memberikan dampak yang lebih besar. Terima kasih kepada seluruh mitra dan tim pelaksana yang telah bekerja keras,” pungkas Prof. Dewi.
Dengan melibatkan tim lintas fakultas dari FEB, FKIP, FHISIP, Sekolah Pascasarjana, hingga UT Daerah Tarakan, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang digagas UT menjadi wujud nyata kiprah UT dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Pelatihan yang digelar secara daring dan luring ini menyasar peningkatan kapasitas guru serta penguatan identitas kebangsaan siswa, khususnya bagi masyarakat Indonesia di luar negeri yang tinggal di wilayah terpencil dan minim akses pendidikan. Mengusung semangat kolaborasi dan dedikasi, UT bersama para mitra strategisnya terus memperluas jangkauan dan dampak positif pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa batas geografis.
Kontributor: Nurul Isra Fauziah (dengan modifikasi)



