Pemberdayaan UMKM Melalui Pendanaan Inklusif: UT Bersama BRI Kuak Strateginya! 

Pada era ekonomi digital saat ini, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri khususnya sektor perbankan penting dilakukan untuk menciptakan sinergi yang kuat dalam mendorong transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke arah yang lebih adaptif dan kompetitif. UMKM diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, berkontribusi tinggi terhadap PDB, serta dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. 

Universitas Terbuka (UT) berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada Selasa 10 Desember 2024 menyelenggarakan Webinar Nasional yang terbuka untuk umum dengan tema “Kewirausahaan dan Perbankan: Strategi Pendanaan untuk UMKM”. Webinar ini merupakan respons terhadap tantangan utama yang dihadapi UMKM, yaitu keterbatasan modal usaha dan akses terhadap layanan keuangan formal. Dalam acara ini, dibahas berbagai strategi pendanaan yang inovatif melalui pemanfaatan teknologi digital hingga sosialisasi produk perbankan agar UMKM ke depan menjadi motor penggerak perekonomian nasional. 

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat menjelaskan webinar ini bisa memberikan wawasan bagi UMKM serta mahasiswa di  bidang kewirausahaan. Dekan FHISIP tersebut menjelaskan webinar kolaborasi antara UT dengan Bank BRI ini diselenggarakan sebagai salah satu perwujudan sinergi antara dunia akademik dan dunia industri (DUDI), serta menjadi platform untuk mendukung pengembangan UMKM. “Melalui webinar ini, saya berharap kita dapat menggali strategi-strategi pendanaan yang efektif bagi UMKM, termasuk bagaimana memanfaatkan pelayanan perbankan secara optimal untuk akses pendanaan yang legal dan aman,” ungkap Dekan FHISIP tersebut. 

Webinar yang menjadi forum strategis bagi para pelaku usaha, akademisi, serta profesional di bidang perbankan ini menghadirkan dua narasumber ahli yaitu Deby Haryanti, S.T., M.B.A., Assistant Vice President Value Chain & Assets Product Development Division BRI dan Dr. Agus Santosa, M.M., Dosen Prodi Administrasi Bisnis UT, yang dimoderatori oleh Elisabeth Ria Viana Praningtyas, S.Ak., M.Sc. Deby Haryanti memaparkan materi tentang “Kewirausahaan dan Perbankan: BRI Sebagai Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pemberdayaan & Pembiayaan UMKM”. Narsum dari BRI ini berbagi wawasan dan pengalaman praktik baik terkait strategi pendanaan dan pengembangan bagi UMKM, khususnya terkait literasi keuangan, dan dalam hal akses terhadap pendanaan yang inklusif dan berkelanjutan.  

Di awal paparannya, Deby Haryanti menyampaikan sekilas mengenai UMKM yang dilanjutkan dengan peranan UMKM bagi perekonomian Indonesia. “UMKM di Indonesia per Oktober 2023 berdasarkan data BPS mencapai sekitar 65 juta unit usaha. UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, menyumbang lebih dari 60,5% dari produk domestik bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di sektor swasta,” ujar Deby Haryanti. Ia juga menambahkan, “BRI terus berkomitmen dalam pengembangan UMKM dengan meningkatkan portofolio pembiayaan UMKM dari portofolio kredit. Kini BRI berkontribusi lebih dari 70% atas pencapaian inklusi keuangan dari aspirasi inklusi keuangan Indonesia,” ungkap Deby Haryanti. Beliau juga menegaskan, BRI memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kapabilitas nasabah UMKM di Indonesia dengan dukungan infrastruktur yang luas. Tidak lupa, Deby Haryanti pun membahas mengenai BRI Loan Product, Produk Pembiayaan untuk UMKM, dan kegiatan-kegiatan pemberdayaan UMKM BRI. 

Pemateri kedua, Dr. Agus Santosa, M.M. menyoroti “Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Di Era Digital,” termasuk tentang kondisi banyaknya jumlah UMKM di Indonesia saat ini, tantangan dan hambatan UMKM khususnya mengenai pendanaan, kemitraan, perizinan, akses pasar, sumber daya manusia (SDM), dan persaingan usaha. Beliau juga menjelaskan mengenai strategi pemecahan masalah dengan Model Pentahelix, sebuah  pendekatan yang melibatkan 5 elemen kunci, yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media, dengan Strategi 3C  (Connect, Collaborate, Commerce), sebuah strategi pemasaran untuk menghadapi perubahan akibat digitalisasi dan globalisasi.  

Sebagai institusi Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ), UT berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Melalui webinar ini, diharapkan mahasiswa dan peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga terinspirasi untuk menjadi pelaku usaha yang kreatif, inovatif, serta mampu memanfaatkan pendanaan untuk berkembang. Dengan sinergi antara sektor pendidikan dan perbankan, UMKM di Indonesia diharapkan menjadi lebih kuat dan siap  berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mewujudkan inklusi keuangan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.