Mengelola keuangan sejak muda adalah langkah strategis untuk mencapai masa depan yang lebih cerah. Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) mengadakan webinar bertema “Cerdas Finansial di Usia Muda: Panduan Menabung, Investasi, dan Bisnis untuk Mahasiswa” pada 6 Desember 2024. Acara ini menjadi wadah pembelajaran finansial yang dirancang untuk memperkuat literasi pengelolaan keuangan mereka sekaligus membuka peluang bisnis di era digital.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UT, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. “UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang mengusung Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) selalu berkomitmen untuk mendidik mahasiswa dan menghasilkan lulusan yang siap berkiprah, bukan berarti harus menjadi pegawai tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja.” Menurut Dr. Subekti, bekal untuk mengelola finansial sebaik-baiknya merupakan sesuatu yang harus dipersiapkan agar menjadi kecerdasan finansial yang dapat dimanfaatkan, hal ini sangat relevan antara tema webinar dan kehidupan di masa sekarang. Beliau menjelaskan, kerja sama antara UT dan BNI merupakan kolaborasi yang sangat produktif, sehingga kerja sama ini bisa terus berlanjut. “Harapannya, mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai kesempatan dan peluang yang ada sehingga dapat berkiprah di wirausaha sehingga saat lulus dapat menjadi Entrepreneur yang dapat dibanggakan,” tegas Bu Dekan FST.


Webinar ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Rizali Ridwan, AVP Investment Specialist BNI 46, dan Dian Nurdiana S.Kom., M.Kom., Dosen Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UT. Rizali Ridwan menyampaikan strategi menabung dan investasi di era digital untuk mahasiswa sebagai perencanaan keuangan untuk masa depan. “Tentunya di saat orang menabung, secara majority itu untuk masa depan di saat urgent atau untuk kesiapan masa pensiun,” tambahnya. Beliau pun menyoroti pentingnya memulai investasi dari usia muda untuk memaksimalkan hasil di masa depan. Narasumber dari BNI tersebut pun menekan agar mahasiswa memulai bisnis sebagai kiat finansial untuk generasi pembelajar mandiri. Sembari memberikan tips investasi seperti pemilihan jenis investasi untuk para audiens, Rizali Ridwan pun memperkenalkan aplikasi investasi BNI, Wondr, yang menawarkan kemudahan akses investasi seperti reksadana dan obligasi, cocok untuk mahasiswa yang ingin merintis langkah menuju kebebasan finansial.


Sementara itu, Dian Mardiana, M.Com. membahas pentingnya kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Beliau menjelaskan, era digital mempermudah para entrepreneur atau wirausaha dengan memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produk secara online, yang membuat jangkauan pasarnya semakin luas. Dian Mardiana, M.Com. memaparkan kewirausahaan sangat diagendakan pemerintah dan perguruan tinggi agar mahasiswanya ikut berpartisipasi dalam wirausaha antara lain adanya mata kuliah kewirausahaan digital dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemdiktisaintk. Melalui P2MW, mahasiswa UT memiliki peluang besar untuk mendapatkan modal usaha sekaligus bimbingan wirausaha. Dosen FST tersebut juga mengajak mahasiswa menjadikan usaha mereka tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Webinar ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung mahasiswa mencapai kemandirian finansial melalui literasi keuangan dan inovasi kewirausahaan. Kolaborasi strategis antara UT dan BNI mencerminkan sinergi antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan pendidikan tinggi, menciptakan peluang nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi finansial dan wirausaha di era digital.
Sebagai bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), UT terus mendukung pencapaian SDGs 4 (pendidikan berkualitas), SDGs 10 (mengurangi kesenjangan), dan SDGs 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan). Harapannya, mahasiswa UT tidak hanya siap menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan peran UT sebagai pelopor pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.



