Ting XVI UT: Mendorong Transformasi Guru dan Inovasi Teknologi Untuk Pendidikan Masa Depan Berkelanjutan 

Guru adalah pilar utama dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan. Kualitas pendidikan tidak terlepas dari tanggung jawab seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran guna menyampaikan ilmu dan pengetahuan kepada peserta didik. Di era digital yang terus berkembang pesat, guru juga harus dituntut untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.  

Menyadari hal ini, Universitas Terbuka (UT) berkontribusi aktif dalam mendukung para guru sebagai upaya dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. UT melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada 23 November 2024 menyelenggarakan ajang forum diskusi tahunan, Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) ke-XVI secara daring dengan tema “Inovasi Teknologi dan Pendidikan untuk Mewujudkan SDGs”.  

TING merupakan platform strategis untuk berbagi wawasan, pengalaman, dan ide inovatif guna menjawab tantangan global di bidang pendidikan, antara lain melalui integrasi inovasi teknologi dalam pendidikan yang inklusif, berorientasi masa depan, dan berkelanjutan. Acara ini juga mengangkat 5 (lima) Sub-Tema yang di antaranya: 

  1. Transformasi Digital dalam Membelajarkan Generasi Z 
  1. Technological Pedagogical Content Knowledge (TPaCK) 
  1. SDGs: Mempersiapkan Generasi Z untuk Menjadi Pembelajar Masa Depan 
  1. Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan untuk Generasi Z 
  1. Implementasi Praktik Baik dalam Pembelajaran 

Rangkaian acara TING ke-XVI dibuka dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Ketua Panitia TING XVI, Dr. Rif’at Shafwatul Anam, M.Pd. Dalam laporannya, Dr. Rif’at menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara TING ke-XVI ini. Beliau juga menyampaikan bahwa TING XVI ini menjadi wadah komunikasi bagi para guru, dosen, mahasiswa, dan para pemerhati pendidikan untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, dan menjawab tantangan di era digital.  

TING ke-XVI digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional dan pada 2024 ini berhasil menarik partisipasi luar biasa dengan total 728 orang, terdiri dari 156 pemakalah dan 568 peserta dengan latar belakang beragam pemakalah dari berbagai institusi pendidikan. Hal ini mencerminkan inklusivitas acara ini dan juga menggambarkan semangat kolaborasi lintas institusi dan profesi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Dari jumlah tersebut, 34 pemakalah dari kalangan guru (TK.SD, SMA/SMK.MA), dari sivitas akademika UT 43 pemakalah, sementara 79 pemakalah berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Bengkulu, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, UIN Salatiga, dan universitas lainnya.  

Acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa tema yang diusung pada TING ke-XVI sangat relevan dengan keadaan saat ini. Penyelenggaraan TING XVI ini juga menjadi cerminan komitmen bersama untuk memanfaatkan teknologi guna menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Beliau kembali menegaskan bahwa melalui penyelenggaraan TING ke XVI ini, UT secara nyata menyediakan ruang rutin bagi para guru dan pemerhati pendidikan untuk berbagi gagasan, pengetahuan, serta pengalaman sehingga harapannya ke depan dapat tercipta pengalaman belajar yang menarik, inklusif, dan adaptif.  

Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi acara TING ke-XVI ini menegaskan pentingnya para guru dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan inklusif.  “Pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan  khususnya dalam pencapaian tujuan SDG’s keempat. Implementasi pendidikan berkualitas yang merata ini hanya dapat tercapai jika kita berani mengadopsi teknologi pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.  

Prof. Ojat juga mengungkapkan, “Perlu ada komitmen, inovasi dan strategi dalam menerapkan teknologi pendidikan dari kita untuk semua dan memanfaatkannya dengan tepat guna sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh siswa di seluruh pelosok negeri.”  Beliau menambahkan, “Inovasi yang dibawa oleh Bapak dan Ibu guru akan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan yang penuh dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya mencakup penguasaan teknologi, tetapi juga membangun karakter, kreativitas dan ketangguhan generasi muda dalam menghadapi tantangan global,” pungkas Prof. Ojat. 

TING XVI juga menghadirkan sejumlah narasumber dan pembicara tamu yang berpengalaman dan inspiratif, seperti: 

  • Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi Indonesia serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional periode 2019-2021; 
  • Indriyani Rachman, M.S., Ph.D., Peneliti dari Kitakyushu University, Jepang, 
  • Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., Dosen dan Guru Besar FKIP UT, dan 
  • Drs. Zulfikri, M.Ed., Dosen Prodi FKIP UT, yang juga pernah menjabat sebagai Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud periode 2021-2024. 

Dalam diskusi ilmiahnya, Prof. Bambang memaparkan bahwa menuju Indonesia Emas 2045 ada lima fokus utama yang perlu diperhatikan yakni percepatan pendidikan secara merata, peningkatan peran kebudayaan, sumbangan iptek dalam pembangunan, peningkatan kesehatan dan kualitas hidup, serta reformasi ketenagakerjaan. Prof. Bambang berpesan jangan sampai seolah-olah guru tugasnya hanya menyampaikan materi dan kemudian itu yang terserah, siswanya mengerti, tertarik atau tidak. “Yang lebih penting adalah strategi guru dalam membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan baru,” ujarnya. “Juga bagaimana guru bisa memotivasi siswa untuk selalu belajar untuk selalu ingin tahu, ingin cari pengetahuan di luar kelas, sehingga siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar,” pungkas Prof. Bambang 

Selain diskusi ilmiah,  FKIP UT meluncurkan  tiga buku istimewa dalam acara ini: 

  1. Problem-Based Learning in Action: Inovasi Pembelajaran Guru Mahasiswa FKIP Universitas Terbuka, yang memaparkan praktik pembelajaran berbasis masalah untuk menciptakan kelas yang lebih aktif dan inovatif. 
  1. Nyala Daya Juang Para Guru Bangsa: Kisah Inspiratif Mahasiswa FKIP, Seri 2, yang mengisahkan perjuangan dan dedikasi mahasiswa FKIP dalam mendidik generasi muda Indonesia. 
  1. Empat Dasa Warsa FKIP Mengabdi untuk Negeri, yang merefleksikan perjalanan empat dekade FKIP Universitas Terbuka dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia. 

Melalui penyelenggaraan TING XVI, UT membuktikan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis teknologi, yang tidak hanya fokus pada alat, tetapi juga menciptakan pembelajaran yang mendalam, adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan. Sebagai pelopor pendidikan terbuka di Indonesia, UT terus berinovasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan global.