Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu! Universitas Terbuka Peringati Hari Pahlawan 2024

Momentum peristiwa 10 November 1945 yang setiap tahunnya kita peringati sebagai Hari Pahlawan sebagai ingatan kolektif bangsa. Pahlawan dapat kita jadikan sebagai teladan di semua tingkatan dan aktivitas masyarakat, sehingga menimbulkan kecintaan akan negeri ini . Dalam konteks pembangunan bangsa dan negara dalam era ini adalah semangat berkarya untuk merealisasikan Asta Cita yang menjadi visi misi presiden. Semangat itu ada dalam setiap upaya menjaga dan memajukan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Sejalan dengan semangat tersebut, Universitas Terbuka (UT) turut menyambut Hari Pahlawan 10 November 2023 dengan melaksanakan Upacara Bendera. Upacara dilakukan di masing-masing wilayah UT Daerah, dan untuk pelaksanaan di UT Pusat diselenggarakan di Halaman samping Gedung Perpustakaan.

Dalam kesempatan ini yang penuh khidmat ini, Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. yang juga sebagai pembina upacara membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Drs. H. Saifullah Yusuf. Hari Pahlawan ke-79 diperingati dengan mengusung tema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu”.

Melalui sambutannya, Prof. Ojat menyampaikan bahwa tema yang diusung pada tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. “Teladani Pahlawanmu”, berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apa pun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih situasi global yang sukar diprediksi ini maka mencintai negeri adalah juga dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.

Amanat pada Peringatan Hari Pahlawan ini juga menggarisbawahi bahwasanya dalam proses perjuangan membangun bangsa bentuknya senantiasa berbeda dari tahun ke tahun, atau dalam kata lain pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya, dan keterbatasannya. Hal ini terkait dengan perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan semangat mendobrak, menjebol, dan meruntuhkan bangunan struktur kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia. Oleh karena itu, semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat di mana pun berada. Ini dikarenakan kemajuan sebuah bangsa bukan saja diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial.

Tidak hanya itu, amanat pada kali ini menekankan bahwa tantangan kita ke depan sepakat NKRI adalah untuk masa depan, rumah kita bersama sampai akhir hayat, yang tentunya ini membuka kesempatan bagi seluruh  bangsa Indonesia untuk berbuat yang terbaik dalam koridor menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global. Siapa pun berkesempatan untuk berjuang mempertahankan NKRI dan membangun kemajuan NKRI.

Kita semua berharap, berikutnya muncul sosok pahlawan yang memberikan pencerahan, memberikan harapan dan melakukan tindakan terhormat membawa bangsa Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan, dan itu semua dapat dilakukan oleh siapa pun. Oleh karenanya, kita semua berharap Peringatan Hari Pahlawan dari tahun ke tahun tidak sekadar ulang tahun mengulang-ulang apa yang rutin dilakukan. Kita berharap pada setiap momentum Peringatan Hari Pahlawan muncul semangat baru, muncul sosok Warga Negara Indonesia yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangannya saat ini.

“Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya!”