Tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah visi dunia dalam pembangunan untuk perdamaian dan kemakmuran dunia dan masa depan. Dalam upaya mendukung pencapaian SDGs, Universitas Terbuka (UT) melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyelenggarakan The 4th International Seminar of Science and Technology (ISST) pada 17 Oktober 2024. ISST merupakan agenda rutin tahunan FST yang merupakan wadah bagi sivitas akademika untuk mendiseminasikan produk-produk akademik bidang sains dan teknologi sesuai tema yang ditentukan. Seminar internasional tahun ini yang mengusung tema “Innovations in Science and Technology to Realize Sustainable Development Goals” ini menjadi platform penting untuk membagikan inovasi di bidang sains dan teknologi, sekaligus menunjukkan komitmen UT dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Seminar yang diselenggarakan secara hibrid ini, dihadiri oleh sekitar 117 pemakalah, dengan 45 di antaranya hadir secara luring di gedung Universitas Terbuka Convention Centre (UTCC) dan 72 secara daring melalui media zoom dan disiarkan secara langsung oleh channel youtube Universitas Terbuka. Acara ini dibuka oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D, yang pada sambutannya secara daring menyampaikan apresiasi kepada FST atas diselenggarakannya The 4th ISST. Beliau menegaskan seminar ini merupakan bagian dari langkah nyata UT dalam mendukung SDGs (Sustainable Development Goals), terutama melalui penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan global. Hal ini sejalan dengan tujuan seminar, yaitu mendorong para akademisi untuk terus berkontribusi dalam sains dan teknologi.
Dr. Mohamad Yunus, M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik yang mewakili Rektor lebih lanjut menjelaskan bahwa event ini untuk membangun kesungguhan kalangan dosen dari dalam UT dan luar UT guna menghasilkan sesuatu yang dapat meningkatkan selling poin mereka di dalam bidang keilmuan. “Harapannya ada kontribusi baru yang dihasilkan untuk sains dan teknologi yang makin berkembang ,makin baik sehingga memperkokoh eksistensi keilmuan dan riset di lingkungan Kemendikbudristek,” tambah M. Yunus.
Seminar internasional ini mengundang Direktorat Jenderal Kemenristekdikti, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc. yang mana diwakili oleh Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr. Seminar ini juga menampilkan pembicara dari berbagai institusi pendidikan kelas dunia yang hadir langsung di UTCC seperti George Xu dari H3C China dan Dr. Pismia Silvy, S.Si., M.Si. dari Program Studi Statistika, FST UT. Selain itu juga hadir secara daring, Paul Burton dari Griffith University, Australia, kemudian Dr. Yury Bukhman, dari Morgridge Institute for Research, USA.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib. Faiz mengapresiasi kegiatan ini dan juga menilai ISST yang digelar UT setiap tahun sebagai tradisi baik dan positif. Menurutnya, perguruan tinggi garda terdepan yang menunjukkan kemajuan suatu bangsa dan negara. “Event tahunan ISST UT ini tentu tradisi yang baik, sekarang kita tidak dapat menghindar dari teknologi, dan teknologi itu tidak bisa kita hasilkan, tidak bisa kita gunakan kalau kita tidak mengetahui teknologi. Nah perguruan tinggi adalah garda terdepan. Jadi tidak ada negara atau bangsa yang maju, kalau perguruan tingginya tidak maju,” tegas Prof. Faiz Syuaib.
Lebih lanjut Prof. Faiz mengungkapkan bahwa untuk membangun reputasi perguruan tinggi yang baik mesti melalui capaian riset dan kemajuan teknologi terlebih dulu, baik secara kuantitas dan kualitasnya, disertai adanya informasi dan publikasi produk riset teknologi melalui pengakuan pada reputasi. “Jadi yang tertinggi adalah reputasi. Reputasi bisa dibangun karena kita punya jumlah, kita punya kualitas, kita bisa dilihat oleh orang. Lalu berikutnya orang mengakui kita. Nah, peneliti tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh orang lain kalau tidak ketemu satu sama lain,” tambahnya.
Prof. Faiz juga menekankan bahwa UT merupakan aset yang luar biasa, dari sisi sejarah, dari sisi skill, dari sisi relevansi kontemporer sekarang, Indonesia begitu luas, tidak mungkin membangun invensi atau temuan yang sama di setiap wilayah. “Dengan riset dan teknologi seharusnya masalah masalah kita dapat terselesaikan melalu teknologi pembelajaran ke depan seperti apa yang harus diteliti lebih lanjut,” ungkap Prof. Faiz.

Seminar ini menjadi sangat spesial karena merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Dies Natalis Universitas Terbuka yang ke-40. Pada seminar ini, ISST juga meluncurkan dua buku yang merupakan hasil karya dosen-dosen di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka. Buku pertama dengan judul “Pangan Alternatif dari Berbagai Komoditas Lokal di Indonesia”. Buku ini dipersembahkan bagi masyarakat agar lebih mengenal berbagai komoditas di Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber pangan alternatif. Dengan mengenal lebih banyak komoditas lokal sebagai sumber pangan diharapkan konsumsi pangan yang beragam semakin meningkat, hal ini juga tentu akan sejalan dengan penguatan ketahanan pangan di Indonesia. Buku tersebut terdiri atas 10 judul artikel dengan menjelaskan potensi pangan lokal dari umbi-umbian, buah dan serelia, serta serangga. Buku kedua berjudul “Strategi Agribisnis” yang memuat tentang pembangunan pertanian, konsep agribisnis, perkembangan agribisnis, strategi pengembangan agribisnis, inovasi dalam agribisnis, masa depan agribisnis, serta bagaimana untuk siap menjadi wirausaha.
Pada akhir acara, diumumkan penghargaan untuk pemenang Best Paper, Best Poster, dan Best Presenter. Para juara 1, 2, dan 3 Best Paper untuk kategori Non Student adalah: 1) Ardhana Reswari Utami, Bambang Widigdo, Sulistiono, Agustinus M Samosir, Etty Riani and Ayu Ervinia (IPB University): Pollution Status and Water Carrying Capacity for Intensive Vaname Shrimp Cultivation on the Cilacap Coast, Central Java; 2) Whika Febria Dewatisari, Einstivina Nuryandani, and Hariyadi (Universitas Terbuka): Alkaloid Diversity in Mitragyna speciosa (Kratom) Influenced by Strain Characteristics and Geographic Source; dan 3) Lia Yulia Budiarti, Ellanda Permata Derlin, Maulidia Khairada Amalia,Fahdyanoor, Shofia Hilwa Ihsanti, and Yafi Fahmi (Lambung Mangkurang University): Ability Test of Taro (Colocasia esculenta L.) Leaves Extract to Reduce Coliform Bacteria in River Water.
Sementara itu, para juara 1, 2, dan 3 untuk Best Paper pada kategori Student adalah: 1) Asep Saepulloh (Institut Teknologi Bandung, Planning, Research & Development Board of Banjar Municipality): Challenges and opportunities of land degradation neutrality implementation in various countries and its implications for Indonesia: a systematic review; 2) Aulia Floribunda Harp1, Mia Kosmiatin2, Agus Purwito1, Ali Husni2 and Kristianto Nugroho 2 (1IPB University, 2BRIN): Induction of embryogenic callus formation and its regeneration in polyploid Allium Sativum var. ‘Lumbu Hijau’; 3) Aliefi Mutiara Syafitri1, Mona Dwi Fenska2, Anisa Nuraeni2, Bambang Herwanto2, Adittya Dwi Apriadi2, and Ilham Fajar Subakti 2 (1Universitas Terbuka, 2PT Sanghiang Perkasa): Characterization and application of distillation by-product from kjeldahl protein testing as a liquid medium for air pollution control.
Adapun para juara 1,2, dan 3 untuk kategori Best Poster dengan Subtheme 1: Collaborative Contribution in Enviromental Science to Achieve Sustainable Living adalah: 1) Aliefi Mutiara Syafitri (Universitas Terbuka), Fiona Putri Septiani (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung; 3) Santi Wiji Rahayu (Universitas Terbuka). Sedangkan untuk Subtheme 2: Role of Agriculture Science for Sustainable Food Production, para juara 1, 2, 3 Best Poster adalah: 1) Agung Supriatna (Universitas Terbuka); 2) Syabilla Dewi Nur Maharani (Universitas Mercu Buana Yogyakarta; 3) Nurasiva (Universitas Terbuka). Sementara itu, untuk Subtheme 3: Technological Innovations in Natural Science for Sustainable Environment, para pemenang 1, 2, dan 3 Best Poster adalah: 1) Pristy Tasya Nabila (IPB University); 2) Kurnia Nurlaili (Universitas Terbuka); 3) Dinar Wahyu Rahman (Universitas Terbuka). Yang paling ditunggu, Juara Favorit adalah Syabilla Dewi Nur Maharani (Universitas Mercu Buana Yogyakarta).
Adapun para juara 1, 2, dan 3 untuk Best Presenter dengan kategori Student adalah: 1) Angga Puja Asiandu (Universitas Gadjah Mada): The Superior Astaxanthin Producer: Optimization of environmental factors in Haematococcus pluvialis 2 Stages cultivation to enhance its growth rate and astaxanthin accumulation as the strongest natural antioxidant; 2) Desya Amalia Wibowo (Universitas Muria Kudus): Proximate Analysis of Commercial Stunting Alleviation Foods: Nutrimora Cookies Case Study; 3) Sultan Ahmad Dzakwan (Universitas Terbuka): Morphometric study of green peacock feather as material for dadhak merak of Reog Ponorogo. Untuk juara 1, 2, dan 3 untuk Best Presenter denga kategori Non Student adalah: 1) Ismail Hasvi (Universitas Terbuka): Analyzed of Formal Credit Acces in Financial Technology Utilization of Chilli Farmers in Sukabumi Regency (A case in PT. Crowde); 2) Made Diyah Putri Martinasari (Universitas Terbuka): The Impact of Climate Factors and Land Area on Rice Production in Bali: A Regression Analysis for Agricultural Sustainability; 3) Septariawulan Kusumasari (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa): Utilization of Extrusion Techniques in Pasta Processing from Beneng Taro Flour and Durian Rind Flour.
Melalui penyelenggaraan The 4th ISST, Universitas Terbuka membuktikan komitmennya dalam mendukung pemerintah mewujudkan pembangunanyang berkelanjutan/SDGs dengan memperkuat eksistensi riset di bidang sains dan teknologi. Dengan terus melibatkan para akademisi dan peneliti dari dalam dan luar negeri, UT siap menghasilkan inovasi yang relevan dan berdampak, baik secara nasional maupun global. Acara ini diharapkan dapat memicu lebih banyak kolaborasi dan ide-ide inovatif yang akan mendorong tercapainya SDGs, serta memperkokoh posisi UT sebagai institusi pendidikan tinggi yang solutif, inovatif, dan siap bersaing di kancah internasional.


