Universitas Terbuka (UT) dengan bangga menyelenggarakan Open Society Conference (OSC) untuk keenam kalinya. Konferensi rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) ini awalnya berskala nasional, kini telah berkembamg menjadi konferensi internasional. Konferensi ini menjadi wadah bagi para akademisi untuk menyebarluaskan penelitiannya.
Penyelenggaraan The 6th OSC kali ini, FHISIP UT berkolaborasi dengan Universitas Jember, Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN VJ). Konferensi internasional ini diselenggarakan pada Kamis, 26 September 2024 secara hybrid di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan untuk luring serta melalui Zoom Meeting dan live streaming di Youtube UT-TV untuk daring. Mengusung tema “Facing Resilient Future Through Sustainability and Innovation: Multidisciplinary Perspectives,” konferensi ini bertujuan memberikan wawasan serta kontribusi nyata pada masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan melalui inovasi berkelanjutan berbasis perspektif multidisiplin. Adapun beberapa sub tema dari The 6th OSC ini adalah:
• Crisis and Global Communication Response
• Curving The Future of Law Through Green Constitution to Face the Era of Society 5
• The Role of Social Institutions and Inclusive Social Policies in A Sustainable Society
• Navigating Disruption with Innovation and Sustainable Business Agility
• Tax Reform for Sustainable Future
• Rethinking the Digitalization in Politics and Government
• Libraries and Archives in Digital Era: Mapping Information Through Emerging Innovative Technologies
• Languange and Identity: Shifting Paradigms Amidst Globalization
• Big Data and & Society 5.0: Public Policy & Governance Context
The 6th OSC ini mengundang pembicara baik dari akademisi maupun praktisi profesional untuk berbagi dan bertukar pengetahuan khususnya pada bidang keilmuan terkait. Yaitu Ainun Najib selaku Data & AI Profesional sebagai Keynote Speaker dan juga tiga pembicara panel lainnya yaitu Dr. Aruminingsih, S.Si., M.Sc. dari Ministry of National Development Planning (BAPPENAS) RI, Prof. Dr. Valerii Leonidovich Muzykant selaku Department of Mass Communication of RUDN University Rusia, serta Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D selaku akademisi dari Universitas Terbuka.



Acara ini pun dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN Veteran Jakarta, Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si.; Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Dr. Djoko Poernomo, M.Si., CIQnR., CSBA.; dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang, Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd. Acara ini pun dihadiri oleh berbagai elemen civitas academica UT.

Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si. selaku Dekan FHISIP UT dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk secara efektif mengatasi tantangan global yang kompleks, perspektif multidisiplin sangat penting. Beliau juga menegaskan, “Masukan dari berbagai disiplin ilmu, seperti sains, ilmu sosial, dan ekonomi, akan menyumbangkan wawasan unik dan mendorong penciptaan strategi holistik dan efektif. Menekankan pemikiran sistem dalam pendekatan multidisiplin ini memungkinkan untuk mengatasi akar penyebab daripada hanya mengobati gejala,” pungkasnya.
Lebih jauh, Dr. Meita Istianda juga mengungkapkan bahwa saat ini kita semua tengah menghadapi keberadaan Kecerdasan Buatan atau yang akrab dikenal dengan Artificial Intelligence (AI). “AI selain menjadi tools yang dapat mempermudah berbagai kegiatan manusia, juga dapat dimanfaatkan secara negatif,” tangkasnya. Lebih lanjut dia mencontohkan dalam proses ujian atau tugas-tugas yang diberikan oleh universitas atau program studi (prodi), kalangan mahasiswa ada yang terkadang memanfaatkan AIs secara tidak bertanggung jawab.
“Misalnya dia mengerjakan tugas menggunakan ChatGPT tanpa diolah kembali, tanpa dikaitkan dengan konsep atau teori yang seharusnya. Itu menjadi keterampilan dia atau skill dia kadang-kadang mentah,” imbuhnya.
Selanjutnya adalah sambutan Rektor UT yang diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. Beliau menyampaikan dalam beberapa tahun terakhir, kita semua telah menyaksikan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah menguji ketahanan masyarakat di seluruh dunia. “Dari pandemi global hingga krisis lingkungan dan gangguan sosial-ekonomi, kebutuhan akan solusi yang berkelanjutan dan inovatif tidak pernah semendesak ini,” ungkapnya.


Dr. Mohamad Yunus juga menyoroti tema yang diusung pada konferensi ini. “Tema konferensi kami menyoroti dua pilar penting: keberlanjutan dan inovasi. Keberlanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan kita memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Inovasi, di sisi lain, mendorong kemajuan teknologi, proses, dan ide yang dapat mengubah masyarakat dan ekonomi kita,” imbuhnya.
Ketua Pelaksana OSC ke-6 UT, Yonarisman Muhammad Akbar, menambahkan bahwa tema OSC kali ini dipilih sesuai dengan kondisi dunia yang terus berubah dan dinamis. “Bagaimana cara kita menghadapi AI kedepannya dengan ketidakpastian yang terus berlanjut di setiap zaman. Bagaimana lima tahun atau 10 tahun kedepannya? Apa yang akan terjadi maka kita mesti hadapi dengan kesiapan resiliensi yang mesti dihadapi,” tuturnya.
Tidak hanya itu, pada konferensi OSC tahun ini terdapat 75 paper yang masuk dan diikuti oleh beberapa negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, bahkan Rusia. Tidak hanya itu, diumumkan juga Best Paper yaitu:
1. Tajuzzaman Hassanor, Thirumeni T Subramaniam, Azmi Che Leh, Sharifah Rosfashida Syed Abd Latif, dan Azmi Mohamed, Open University Malaysia: Enhancing Manufacturing Resilience by Integrating Circular Economy through Innovation and Sustainability
2. Belgis Hayyinatun Nufus, Soni Akhmad Nulhaqim, Binahayati dan Siti Napsiyah, Universitas Jember: Social Work Practice in Micro Perspective: Intervention with Radicalized Children
3. Iin Yumiyanti, Azwar, dan Munadhil Abdul Muqsith, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta: Corporate Colonization Analysis of Stanley A Deetz in The Dismissal Google Employees Case

Makalah-makalah yang dipresentasikan pada The 6 OSC nantinya akan dipublikasikan pada Prosiding OSC dan juga pada berbagai jutnal terindeks SINTA seperti Journal of Tourisme and Creativity, Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi (JEP), Forum Ilmu Sosial, JIAPI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Pemerintahan Indonesia. Sementara itu, untuk Makalah/Paper terpilih akan dipublikasikan pada Prosiding Atlantis Press yang terindeks oleh Directory of Open Access Journal (DOAJ).

Dengan terselenggaranya seluruh rangkaian The 6th OSC, UT berharap dapat memberikan wawasan dan pandangan baru mengenai bagaimana kolaborasi dan ketangguhan multidisiplin ilmu dapat mendorong inovasi keberlanjutan, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap masa depan yang lebih adaptif dan berdaya saing. Diharapkan bahwa diskusi dan temuan dari konferensi ini dapat menjadi katalis bagi pengembangan kebijakan dan praktik baru yang mengedepankan keberlanjutan dan inovasi dalam berbagai bidang ilmu.



