Tidak semua orang punya kesempatan kuliah dengan jalan yang mulus. Ada yang terhalang jarak, pekerjaan, usia, biaya, hingga tanggung jawab keluarga. Di tengah situasi itu, kehadiran Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Bu Ayang Mempawah menjadi ruang penting bagi masyarakat yang ingin tetap melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan keseharian mereka.
Kini, ruang itu hadir dengan semangat baru. Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi menghadiri acara selamatan dan syukuran peresmian Kantor Baru SALUT Bu Ayang Mempawah di Jalan Raden Kusno, Mempawah, Rabu (3/6/2026).
Peresmian kantor baru tersebut menjadi penanda penting bagi penguatan layanan pendidikan tinggi di Kabupaten Mempawah. Bukan sekadar perpindahan tempat atau seremoni kelembagaan, kehadiran kantor yang lebih representatif ini diharapkan dapat memperkuat peran SALUT Bu Ayang sebagai mitra Universitas Terbuka Pontianak dalam mendekatkan akses kuliah kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Juli Suryadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SALUT Bu Ayang Mempawah yang selama ini turut mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Mempawah. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Herlina, SALUT Bu Ayang telah menunjukkan kontribusi nyata dalam membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, saya berharap peresmian kantor baru ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik bagi mahasiswa Universitas Terbuka dan masyarakat secara umum di bidang pendidikan,” ujar Juli.
Juli menegaskan, kantor baru tersebut perlu diikuti dengan komitmen pelayanan yang semakin prima, cepat, transparan, dan akuntabel. Dengan layanan yang semakin baik, SALUT Bu Ayang diharapkan tidak hanya menjadi tempat mengurus kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi titik temu antara harapan masyarakat dan kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi.
“Terima kasih kepada Direktur Universitas Terbuka Pontianak serta Kepala SALUT Bu Ayang beserta seluruh jajaran yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SALUT Bu Ayang Mempawah, Herlina, mengatakan peresmian kantor baru ini menjadi simbol semangat baru dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Fasilitas yang lebih representatif diharapkan dapat membuat pelayanan akademik berjalan lebih optimal, baik bagi mahasiswa aktif maupun masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat layanan pendidikan tinggi Universitas Terbuka.
“Saya berharap SALUT Bu Ayang dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Kabupaten Mempawah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan terjangkau,” tuturnya.
Harapan itu bukan tanpa dasar. Saat ini, jumlah mahasiswa yang terdaftar di SALUT Bu Ayang Mempawah mencapai 1.036 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 885 mahasiswa telah melakukan registrasi pada Tahun Akademik 2025/2026, baik melalui pembelajaran tatap muka maupun daring, yang tersebar di 27 program studi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel terus tumbuh. Bagi Kabupaten Mempawah, kehadiran SALUT Bu Ayang menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah. Semangat ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam mendorong pendidikan berkualitas, memperluas akses belajar, serta mengurangi kesenjangan kesempatan pendidikan.
Di balik kantor baru tersebut, SALUT Bu Ayang juga membawa rekam jejak yang membanggakan. Pada 26 Juli 2025, SALUT Bu Ayang Mempawah berhasil meraih predikat SALUT Terbaik se-Kalimantan Barat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Mempawah,” pungkas Herlina.
Kini, kantor baru SALUT Bu Ayang Mempawah berdiri bukan hanya sebagai bangunan layanan akademik. Ia menjadi tanda bahwa mimpi untuk kuliah bisa semakin dekat, semakin mungkin, dan semakin terbuka bagi siapa saja. Dari Mempawah, akses pendidikan tinggi terus diperluas, memberi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, bergerak, dan membangun masa depan tanpa harus jauh dari daerahnya sendiri.



