UT Purwokerto Hadirkan Layanan Lebih Dekat, SALUT Jangkau Banyumas hingga Brebes

Universitas Terbuka (UT) Purwokerto terus memperluas jangkauan layanan pendidikannya melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di wilayah Banyumas Raya hingga Brebes. Langkah ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan mahasiswa yang membutuhkan akses layanan akademik dan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor pusat. Dengan kehadiran SALUT, UT ingin memastikan layanan pendidikan tetap mudah dijangkau, cepat, dan dekat dengan masyarakat.

Perluasan ini dilakukan sebagai bagian da ri komitmen UT dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif. UT Purwokerto menegaskan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh yang mereka jalankan harus tetap memberikan pengalaman belajar yang terasa dekat, meskipun mahasiswa tidak berada di kampus secara fisik. SALUT menjadi solusi konkret untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa tidak seharusnya merasa terpisah dari kampus hanya karena jarak.

“Mahasiswa tidak boleh merasa jauh dari kampus. Layanan harus hadir di tengah masyarakat melalui SALUT. Inilah wujud nyata wajah UT yang inklusif,” ujarnya.

Program ini dilakukan oleh UT Purwokerto dengan memperluas jaringan SALUT di berbagai wilayah Banyumas Raya hingga Brebes. Tujuannya adalah memberikan kemudahan akses layanan akademik dan administrasi bagi mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah. Program ini dijalankan secara berkelanjutan melalui kombinasi layanan langsung dan digital, sejalan dengan sistem pendidikan jarak jauh yang fleksibel yang menjadi ciri khas UT.

Wilayah layanan SALUT saat ini mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Brebes, hingga Kota dan Kabupaten Tegal. Kehadiran layanan ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan bantuan informasi, pengurusan administrasi, hingga kebutuhan akademik lainnya di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Bagi banyak mahasiswa, kehadiran SALUT memberikan perubahan yang terasa dalam keseharian. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga kini bisa dilakukan lebih praktis. Hal ini juga didukung oleh sistem digital UT yang terintegrasi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT Purwokerto, Indah Setia Utami, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa SALUT melengkapi sistem pembelajaran digital yang sudah berjalan.

“Layanan menjadi lebih cepat dan mahasiswa memiliki banyak pilihan akses. Hal ini didukung dengan integrasi teknologi melalui aplikasi Dashboard dan SILAYAR yang memastikan seluruh data akademik terhubung secara real-time,” katanya.

Dengan pendekatan ini, UT tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga menghadirkan sentuhan layanan yang lebih manusiawi. Mahasiswa tetap bisa mendapatkan bantuan langsung, sementara proses akademik tetap berjalan secara digital dan efisien.

Upaya UT Purwokerto ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin keempat tentang pendidikan berkualitas. Akses pendidikan yang terbuka bagi semua kalangan, tanpa batas usia maupun latar belakang pendidikan, menjadi bagian dari kontribusi UT dalam menciptakan kesempatan belajar yang lebih merata.

UT membuka pendaftaran mahasiswa baru dua kali dalam setahun, yaitu pada periode Mei hingga Agustus dan November hingga Februari. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa untuk menentukan waktu terbaik dalam memulai pendidikan, tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau tanggung jawab lainnya.

Melalui penguatan SALUT, UT Purwokerto menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak harus berjarak. Akses yang dekat, layanan yang mudah, dan sistem yang fleksibel membuat siapa saja memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan. Pada akhirnya, UT menghadirkan sebuah konsep sederhana namun berdampak besar: pendidikan yang bisa dijangkau dari mana saja, oleh siapa saja, kapan saja.