Majalengka, 24 Oktober 2025 – Transformasi digital telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Di tengah perubahan itu, Universitas Terbuka (UT) terus melangkah selangkah lebih maju, menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga mendorong setiap mahasiswa menjadi inovator di era digital.
Hal ini tercermin dalam kegiatan pelatihan yang diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa. Mereka diajak memahami bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan jembatan menuju pendidikan berkualitas tanpa batas — sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas.
“Dengan menggunakan teknologi, proses belajar mengajar bisa menjadi lebih interaktif dan menyenangkan bagi mahasiswa dan mahasiswi,” ujar Dr. Widia Nur Jannah, M.Pd., saat memberikan paparan di depan sejumlah mahasiswa UT Salut Majalengka.
Menurutnya, mahasiswa masa kini perlu memandang teknologi bukan sebagai tantangan, melainkan peluang untuk berkembang.
“Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat mengubah ruang kelas menjadi ruang kreativitas. Di sana, mahasiswa bisa berpikir kritis, berkolaborasi, dan berinovasi tanpa batas. Tapi kuncinya bukan hanya alat, melainkan mindset untuk mengoptimalkannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SALUT Majalengka, Joko Stiyono, M.Kom., menekankan pentingnya mahasiswa memahami berbagai platform digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Mahasiswa jangan sampai ketinggalan. Sekarang sudah ada teknologi seperti Artificial Intelligence, ChatGPT, Gemini, DeepSeek, dan berbagai tools lainnya yang bisa membantu mereka belajar lebih efisien,” ujarnya.
Joko menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar seluruh mahasiswa di berbagai jurusan bisa menguasai teknologi sesuai bidangnya masing-masing. “Teknologi pendidikan berkembang sangat pesat. Kami ingin semua mahasiswa UT siap menghadapi perubahan itu, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta inovasi,” katanya.
Langkah UT ini bukan sekadar adaptasi terhadap kemajuan zaman, tetapi juga bentuk nyata komitmen untuk memperluas akses belajar bagi siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang terintegrasi teknologi, UT membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh jarak, tetapi oleh semangat belajar yang tak pernah padam.
Melalui inovasi pembelajaran digital ini, UT tidak hanya mencetak lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi disrupsi teknologi dan sosial. Upaya ini menjadi wujud nyata kontribusi UT dalam membangun generasi pembelajar sepanjang hayat — yang siap melangkah bersama dunia, tanpa batas ruang dan waktu.



