SORONG – Bagi banyak orang, ujian akhir semester identik dengan ruang kelas, jadwal yang kaku, dan tuntutan hadir di lokasi tertentu. Namun, pengalaman itu kini berubah bagi ribuan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Sorong. Melalui sistem ujian yang fleksibel dan berbasis teknologi, mahasiswa tetap dapat menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS) tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun aktivitas sehari-hari. Inilah bentuk komitmen UT Sorong dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang semakin inklusif dan mudah diakses.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan UAS Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap yang berlangsung pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Selama periode tersebut, UT Sorong menerapkan berbagai skema ujian, mulai dari ujian tatap muka hingga ujian berbasis daring, sehingga mahasiswa dapat memilih mekanisme yang paling sesuai dengan kondisi dan domisili mereka.
Direktur UT Sorong, Michel Jacson Nalawo Potolau, mengatakan sistem ujian yang diterapkan dirancang untuk memberikan kemudahan tanpa mengurangi kualitas proses evaluasi akademik.
“Di UT terdapat beberapa skema ujian, yaitu ujian tatap muka dan ujian online. Untuk ujian online sendiri terdiri atas beberapa metode, seperti Live Online Proctoring (LOP), Automatic Online Proctoring (AOP), ujian online berbasis mobile, hingga Take Home Exam (THE) untuk program magister dan doktor,” ujar Michel, Minggu (5/7/2026).
Beragam pilihan metode tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa. Hal itu terlihat dari kelancaran pelaksanaan UAS yang berlangsung selama lebih dari dua pekan dengan antusiasme peserta yang tinggi di seluruh wilayah layanan UT Sorong. Untuk mendukung pelaksanaannya, UT Sorong menyiapkan 8 lokasi ujian tatap muka serta 22 lokasi penyelenggaraan ujian online.
Tercatat sebanyak 1.962 peserta ujian (NIM per mata kuliah) mengikuti ujian tatap muka, dan ujian online diikuti 11.270 (NIM per mata kuliah). Hal itu mencerminkan semakin tingginya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran jarak jauh.
Di antara berbagai metode yang tersedia, AOP menjadi salah satu inovasi yang paling diminati. Sistem ini memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari lokasi masing-masing tanpa harus datang ke tempat ujian tertentu.
“Mahasiswa bisa mengerjakan ujian dari lokasi mereka masing-masing dan bahkan dapat memilih waktu ujian sesuai jadwal yang tersedia. Inilah bentuk fleksibilitas yang menjadi keunggulan UT,” ujar Michel.
Bagi mahasiswa yang sebagian besar merupakan pekerja aktif, fleksibilitas tersebut bukan sekadar kemudahan, melainkan solusi agar mereka tetap dapat menjalani proses akademik tanpa harus mengorbankan pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga. Inovasi ini sekaligus menunjukkan bagaimana transformasi digital mampu memperluas akses pendidikan tinggi hingga menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Kami ingin memastikan mahasiswa dapat menjalani proses belajar hingga ujian dengan lancar tanpa harus meninggalkan rutinitas mereka. Fleksibilitas ini menjadi salah satu ciri khas UT,” katanya.
Selain memastikan sistem ujian berjalan optimal, UT Sorong juga mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti ujian. Persiapan tersebut meliputi mempelajari materi perkuliahan, mengerjakan latihan mandiri, menjaga kondisi kesehatan, hingga memastikan seluruh persyaratan administrasi, seperti kartu ujian dan kartu identitas, telah dipenuhi.
“Kami berharap seluruh mahasiswa tidak hanya mengikuti ujian dengan baik, tetapi juga memperoleh hasil terbaik sehingga dapat melanjutkan proses studinya dengan sukses di UT, khususnya UT Sorong,” tuturnya.
Adapun keberhasilan pelaksanaan UAS Semester Genap 2025/2026 menjadi cerminan komitmen Universitas Terbuka untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Inovasi dalam sistem ujian tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi mahasiswa, tetapi juga mempertegas peran UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang mengedepankan akses, kualitas, serta pemerataan pendidikan. Upaya tersebut selaras dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penyediaan layanan pendidikan yang semakin inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


