Tradisi Ruwat Bumi Guci 2026 tak hanya menghadirkan semarak pelestarian budaya di lereng Gunung Slamet. Di balik rangkaian acara tersebut, terdapat peran generasi muda yang turut mengangkat nama Kabupaten Tegal melalui promosi wisata berbasis digital. Salah satunya datang dari mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Siska Ayu Agniya Putri, yang aktif memperkenalkan pesona Guci kepada khalayak yang lebih luas.
Sebagai Finalis Mas Mbak Jawa Tengah 2025 sekaligus Mbak Duta Wisata Kabupaten Tegal 2025, Siska memanfaatkan momentum Ruwat Bumi Guci untuk mengenalkan berbagai destinasi unggulan daerah. Melalui media sosial pribadi maupun kanal digital Duta Wisata dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), ia secara konsisten menyebarluaskan informasi tentang potensi wisata Kabupaten Tegal.
“Yang bisa kami lakukan adalah promosi melalui media sosial, baik akun pribadi, akun Duta Wisata maupun akun Disporapar,” ujar Siska di sela kegiatan Ruwat Bumi Guci 2026, Selasa (16/6).
Bagi Siska, media digital menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda. Pengalamannya sebagai influencer, yang juga aktif di bidang modeling, fashion, serta berbagai organisasi kepemudaan dan lingkungan, menjadi modal penting dalam menyampaikan informasi wisata dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima publik.
Keterlibatannya dalam berbagai agenda pariwisata dan kebudayaan juga memberikan pengalaman berharga. Ruwat Bumi Guci menjadi salah satu momen yang paling berkesan baginya karena mempertemukan upaya pelestarian budaya dengan promosi potensi daerah.
“Sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya,” katanya.
Kiprah Siska mencerminkan semangat Universitas Terbuka yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, berkontribusi, dan memberi dampak bagi masyarakat di berbagai bidang. Melalui perannya sebagai duta wisata, ia menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen promosi daerah sekaligus jembatan informasi yang menghubungkan budaya lokal dengan publik yang lebih luas.
Selain Siska, para duta wisata Kabupaten Tegal juga berperan dalam memperkuat citra positif kawasan wisata Guci. Mbak Duta Wisata Kabupaten Tegal, Dyah Aulia Rahma, menjelaskan bahwa pihaknya aktif memberikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi terkini destinasi wisata, termasuk menyampaikan bahwa kawasan Guci tetap aman untuk dikunjungi pascabencana yang sempat terjadi.
Menurut Dyah, meski Pancuran 13 masih dalam tahap perbaikan, wisatawan tetap memiliki banyak pilihan destinasi menarik, mulai dari wisata alam, pemandian air panas, hingga beragam atraksi budaya yang rutin digelar sepanjang tahun.
Untuk memperluas jangkauan promosi, para duta wisata juga dibekali kemampuan komunikasi dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan dialek Tegal. Bekal tersebut memungkinkan mereka menyampaikan informasi kepada wisatawan dari berbagai latar belakang, baik lokal maupun mancanegara.
Upaya promosi yang dilakukan para duta wisata ini sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs 8, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan pelestarian budaya.



