Ribuan Lowongan Dibuka di Banyumas Job Fair, UT Purwokerto Tawarkan Cara Naik Kelas Lewat Pendidikan

PURWOKERTO — Ribuan lowongan kerja memenuhi Banyumas Job Fair 2026. Namun, di antara antrean pencari kerja, lembar CV, dan harapan untuk segera diterima bekerja, ada satu pesan yang tak kalah penting: mendapatkan pekerjaan adalah satu langkah, tetapi menyiapkan diri agar terus relevan di dunia kerja adalah perjalanan yang jauh lebih panjang.

Pesan itulah yang dibawa Universitas Terbuka (UT) Purwokerto saat berpartisipasi dalam Banyumas Job Fair 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Convention Hall Putra Sang Fajar, Menara Teratai Purwokerto. Di tengah ruang yang dipenuhi semangat para pencari kerja, UT Purwokerto hadir untuk memperkenalkan bahwa pendidikan tinggi tetap bisa dijangkau, bahkan oleh mereka yang sedang bekerja, merintis usaha, atau baru bersiap memasuki dunia profesional.

Keikutsertaan UT Purwokerto menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi kepada masyarakat. Bukan hanya bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin melanjutkan studi, tetapi juga bagi pekerja dan pencari kerja yang ingin meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas utama mereka.

Banyumas Job Fair 2026 merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Dunia Pendidikan dan Dunia Industri dalam Memperluas Kesempatan Kerja bagi Generasi Muda Banyumas” dengan slogan “Skill Up, Link Up, Rise Up”.

Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Banyumas itu diikuti lebih dari 60 perusahaan dan lembaga dari berbagai sektor. Sebanyak 30 stan rekrutmen hadir secara langsung untuk melayani pencari kerja. Secara keseluruhan, tersedia sekitar 2.948 lowongan kerja dalam 226 formasi jabatan.

Namun, suasana job fair tersebut tidak hanya bicara tentang siapa yang merekrut dan siapa yang melamar. Di dalamnya juga hadir ruang untuk membaca ulang kebutuhan masa depan: keterampilan harus terus diperbarui, jejaring perlu diperluas, dan pendidikan menjadi bekal penting agar masyarakat tidak sekadar masuk dunia kerja, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di dalamnya.

Di titik inilah UT Purwokerto mengambil peran. Melalui booth informasi, tim UT Purwokerto memperkenalkan sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang memungkinkan masyarakat menempuh pendidikan tinggi secara fleksibel. Sistem ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengatur waktu belajar sesuai pekerjaan, usaha, maupun tanggung jawab harian.

Tim UT Purwokerto juga memberikan penjelasan mengenai program studi, sistem pembelajaran, layanan akademik, serta berbagai keunggulan kuliah di Universitas Terbuka. Selain membuka booth informasi, UT Purwokerto mendapat kesempatan untuk mempresentasikan profil institusi kepada pengunjung. Video company profile Universitas Terbuka turut ditayangkan sebagai sarana mengenalkan layanan pendidikan tinggi yang terbuka bagi berbagai kalangan.

Respons masyarakat terhadap informasi tersebut cukup positif. Banyak pengunjung tertarik dengan konsep kuliah fleksibel yang memungkinkan mereka tetap bekerja sambil melanjutkan pendidikan. Ketertarikan ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang adaptif semakin kuat, terutama di tengah dunia kerja yang terus berubah dan menuntut peningkatan kompetensi.

Meski pengunjung yang datang langsung ke booth UT Purwokerto tidak sebanyak stan perusahaan penyedia lowongan kerja, tim promosi tidak berhenti menunggu. Mereka bergerak aktif menyapa peserta, membagikan brosur, memberikan informasi secara langsung, serta melakukan pendataan calon mahasiswa potensial untuk tindak lanjut promosi dan rekrutmen mahasiswa baru.

Mewakili Direktur UT Purwokerto, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT Purwokerto menyampaikan bahwa dominasi pengunjung yang datang untuk mencari pekerjaan menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan promosi. Namun, job fair tetap menjadi ruang strategis bagi UT untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guna menunjang pengembangan karier.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa melanjutkan pendidikan tinggi tetap dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan pekerjaan. UT hadir sebagai solusi pendidikan yang fleksibel dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi UT Purwokerto dalam Banyumas Job Fair 2026 juga selaras dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta pengurangan kesenjangan. Sebab, akses pendidikan yang fleksibel membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya saing.

Banyumas Job Fair 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang ribuan lowongan kerja dan antrean pencari peluang. Di balik itu, ada pesan yang lebih dalam: dunia kerja terus bergerak, dan siapa pun yang ingin bertahan perlu terus menambah bekal.

Di tengah arus itulah UT Purwokerto hadir. Bukan sekadar membuka booth, membagikan brosur, atau memperkenalkan program studi, tetapi menawarkan harapan yang lebih dekat dengan kehidupan banyak orang. Bahwa kuliah masih mungkin dijalani oleh mereka yang sedang bekerja, mencari kerja, merintis usaha, atau menata ulang masa depan. Bahwa kesempatan untuk belajar tidak harus berhenti hanya karena hidup sedang berjalan penuh tuntutan. Dan bahwa untuk naik kelas, seseorang tidak selalu harus meninggalkan titik awalnya—ia hanya perlu menemukan jalan pendidikan yang tepat untuk melangkah lebih jauh.