Tangerang selatan, 12 Juni 2026 – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini kian tak terbendung di ranah pendidikan tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Makassar bergerak cepat memastikan seluruh lapisan mahasiswanya tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya. Langkah nyata ini dibuktikan melalui program pelatihan khusus berselancar di dunia AI tanpa menabrak koridor etika akademik.
Tim dosen UT Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk pemanfaatan AI yang adaptif dan bertanggung jawab pada Senin (2/6/2026). Bertempat di Ruang Tutorial UT Makassar, pelatihan interaktif ini menyasar kelompok mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari Program Studi Manajemen.
Inisiatif tersebut menegaskan komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi berkualitas tanpa batas. Lewat program ini, keterbatasan ekonomi bukan lagi penghalang bagi mahasiswa untuk mendapatkan literasi digital kelas satu, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 4 terkait pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata untuk semua kalangan.
Pelatihan intensif ini dinakhodai oleh tiga dosen senior UT Makassar, yakni Drs. Jamil, M.Pd., Drs. Muin, M.Pd., dan Drs. Arifin Tahir, M.Pd. Sebagai bagian dari pilar Tridharma Perguruan Tinggi, ketiganya mengupas tuntas dualisme AI di dunia akademik yang ibarat pisau bermata dua; penuh peluang sekaligus sarat risiko.
Di satu sisi, AI diperkenalkan sebagai instrumen personalisasi belajar yang inovatif serta asisten interaktif yang andal guna mendongkrak efisiensi perkuliahan. Namun di sisi lain, bayang-bayang ketergantungan instan, merosotnya daya berpikir kritis, hingga ancaman plagiarisme mengintai jika teknologi ini diadopsi secara keliru.
“Pemanfaatan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan menggantikan peran manusia dalam berpikir kritis, berkreasi, dan menjaga integritas akademik,” tegas perwakilan tim dosen UT Makassar.
Oleh karena itu, konsep tata kelola AI yang berpusat pada manusia (human-centered AI) menjadi menu utama dalam pelatihan. Mahasiswa diajarkan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi serta menaruh perhatian besar pada orisinalitas karya ilmiah.
Melalui penguatan literasi etika digital ini, UT Makassar tidak sekadar mentransfer ilmu teknologi, melainkan tengah menyiapkan generasi muda yang adaptif, berdaya saing tinggi, dan berintegritas tinggi dalam menyongsong era Society 5.0. Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak SDM unggul demi mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif (SDGs 8).



