1.721 Lulusan UT Samarinda Buktikan: Kuliah Tak Lagi Terbatas oleh Waktu dan Kehidupan

Di tengah riuh tepuk tangan dan sorot mata yang berkaca-kaca, satu per satu nama dipanggil dari podium di Convention Hall Samarinda, Minggu, 12 April 2026. Bagi 1.721 mahasiswa Universitas Terbuka Samarinda, momen itu bukan sekadar seremoni wisuda, melainkan titik temu antara perjuangan panjang dan harapan yang akhirnya menemukan bentuknya. Ada yang datang dengan cerita tentang kerja yang tak kenal waktu, ada yang menyimpan lelah di balik tanggung jawab keluarga, dan hari itu, semuanya bertemu dalam satu perayaan yang sama: kelulusan.

Prosesi Wisuda Daerah Periode I Tahun 2026 berlangsung khidmat, namun atmosfernya terasa hangat dan penuh emosi. Ketika para wisudawan melangkah menuju panggung untuk menerima ijazah, yang terlihat bukan hanya simbol akademik, tetapi juga perjalanan hidup yang penuh dinamika. Banyak di antara mereka yang harus membagi fokus antara studi dan pekerjaan, bahkan tidak sedikit yang menjadikan waktu malam sebagai satu-satunya ruang untuk belajar. Dalam momen itu, ijazah menjadi lebih dari sekadar dokumen resmi, melainkan bukti bahwa ketekunan mampu mengalahkan keterbatasan.

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian Wisuda Periode II Tahun 2025 yang telah diawali sehari sebelumnya melalui seminar bertema “Belajar Tanpa Batas, Berkarya Tanpa Henti” pada Sabtu, 11 April 2026. Tema tersebut terasa begitu dekat dengan realitas para mahasiswa Universitas Terbuka yang menjalani proses belajar dengan cara yang berbeda. Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diusung memungkinkan mereka tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan peran penting dalam kehidupan sehari hari.

Dari total 1.721 lulusan, sebanyak 253 lulusan berasal dari FKIP, 849 dari FHISIP, 484 dari FEB, 46 dari FST, 9 dari Program Pascasarjana, serta 80 dari Sekolah Vokasi. Angka ini bukan hanya menunjukkan capaian institusi, tetapi juga menggambarkan luasnya akses pendidikan yang berhasil dijangkau. Di balik setiap angka, ada cerita yang tidak selalu mudah, mulai dari yang sempat tertunda, hampir berhenti, hingga akhirnya berhasil dituntaskan dengan penuh tekad.

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang SDA, Perekonomian Daerah dan Kesra Arief Murdiyatno, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika Universitas Terbuka Samarinda. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa pendidikan bukan hanya urusan individu, tetapi juga bagian dari agenda besar pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Direktur Universitas Terbuka Samarinda Rusna Ristasa menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya momen tersebut. Ia menilai wisuda bukan hanya tentang melepas mahasiswa, tetapi juga tentang merayakan keberhasilan dari proses panjang yang telah dilalui bersama.

“Merupakan berkah yang luar biasa dari Allah SWT karena kita diperbolehkan bertemu, dan secara bersama-sama menyaksikan suatu peristiwa yang sangat penting dan membanggakan, bagi Universitas Terbuka Samarinda, yaitu melepas para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menekankan pentingnya peran lulusan dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus berjalan beriringan dengan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan dampak yang lebih luas.

“Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, Universitas Terbuka akan terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” paparnya.

Harapan juga disampaikan oleh Arief Murdiyatno yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur. Ia mendorong para lulusan untuk tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.

“Kami berharap para lulusan UT dapat menjadi bagian dari solusi, menjadi pribadi yang adaptif, inovatif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Di tengah masih adanya tantangan dalam pemerataan akses pendidikan, pendekatan yang diusung Universitas Terbuka menjadi semakin relevan. Fleksibilitas dalam sistem pembelajaran membuka peluang bagi lebih banyak masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tanggung jawab lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya menghadirkan pendidikan berkualitas yang inklusif serta mengurangi kesenjangan, sebagai bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ketika prosesi usai dan para wisudawan mulai meninggalkan ruangan, suasana haru perlahan berganti menjadi optimisme yang baru. Wisuda ini memang menutup satu fase penting, tetapi di saat yang sama membuka perjalanan berikutnya yang tidak kalah menantang. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan ketangguhan yang telah mereka bangun, para lulusan Universitas Terbuka Samarinda kini melangkah ke dunia yang lebih luas, membawa harapan untuk terus bertumbuh dan memberi makna.