UT dan UIN Banten Kolaborasi PKBJJ, Perluas Akses Pendidikan Jarak Jauh

Pagi itu, ruang kelas di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dipenuhi mahasiswa dan peserta pelatihan. Suasana ramai namun hangat, karena semua datang untuk mempelajari strategi beradaptasi dengan sistem pendidikan jarak jauh. Di balik kegiatan itu, Universitas Terbuka mengambil peran sentral, menghadirkan pengalaman belajar yang fleksibel dan terbuka untuk siapa saja, tanpa batas ruang dan waktu. Melalui Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ), UT menunjukkan bahwa pendidikan dapat diakses oleh siapa pun, di mana pun, dengan kualitas yang tetap terjaga.

Pelatihan ini hadir untuk menjawab kebutuhan mahasiswa menghadapi sistem pembelajaran daring di era digital. Digelar di UIN SMH Banten, UT menghadirkan fasilitator dan dosen berpengalaman dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Banten sendiri. Metode pelatihan yang interaktif dan aplikatif membuat peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan belajar mandiri, sekaligus memahami strategi belajar jarak jauh yang efektif.

Sebelum kegiatan dimulai, Rektor UT Ali Muktiyanto bertemu dengan Rektor UIN SMH Banten Muhammad Ishom dan Wakil Rektor III Dedi Sunardi. Ali menekankan bahwa UT berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Banyak fasilitator mahasiswa UT berasal dari perguruan tinggi keagamaan negeri, dan keterlibatan dosen UIN sebagai visiting lecturer memperkaya pengalaman belajar mahasiswa UT.

“Selain itu, keterlibatan dosen UIN dalam proses pembelajaran di UT juga menjadi bagian dari program visiting lecturer yang dinilai sangat strategis,” kata Ali Muktiyanto.

Rektor UIN SMH Banten Muhammad Ishom menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi dengan UT menjadi jalan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, sehingga pendidikan tinggi tidak lagi menjadi privilese. “Dalam konteks ini, kolaborasi UIN SMH Banten dengan UT dinilai sangat relevan dan penting dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK Ojat Darojat, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan, dan Sekretaris Jenderal IKA UT Nyimas Dewi Ratih Kamil, menegaskan posisi UT sebagai penggerak utama pendidikan jarak jauh di Indonesia yang mampu menyatukan berbagai pihak demi kualitas pendidikan nasional.

Di dalam kelas, UT menekankan pembelajaran yang praktis dan aplikatif. Peserta diajarkan mengatur waktu, membangun disiplin, hingga memaksimalkan pengalaman belajar daring. Dengan pendekatan ini, UT memastikan bahwa belajar jarak jauh tetap berkualitas, inklusif, dan dapat dijangkau oleh siapa pun, di mana pun.

Cerita dari Banten ini menegaskan satu hal: UT bukan sekadar universitas jarak jauh. UT adalah pionir pendidikan terbuka di Indonesia, yang menjembatani masyarakat dari berbagai latar belakang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan inovasi, fleksibilitas, dan kolaborasi, UT membuktikan bahwa pendidikan berkualitas adalah hak semua orang, sejalan dengan SDGs poin ke-4 tentang pendidikan inklusif dan merata.