Tangerang Selatan, 01 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali menyambut hangat hadirnya puluhan mahasiswa internasional dalam ajang Bina Budaya Antarbangsa (BINAR) 2025, sebuah program International Summer Camp yang mengedepankan pertukaran budaya dan pembelajaran lintas negara. Memasuki tahun keduanya, BINAR 2025 menjadi momen penting bagi UT untuk memperkuat jejaring global sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Suasana penuh antusiasme menyelimuti acara pembukaan fase luring yang diselenggarakan mulai 01 sampai dengan 14 September 2025. Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraan BINAR on-site phase tahun ini dilaksanakan di UT Pusat, Tangerang Selatan, dan juga di Yogyakarta. Program ini diikuti oleh 20 mahasiswa internasional dari 10 universitas di 6 negara, yang dibersamai oleh delapan mahasiswa UT Yogyakarta sebagai pendamping selama rangkaian acara berlangsung.


BINAR adalah program internasionalisasi unggulan yang dirancang oleh UT untuk memadukan pembelajaran akademis dengan pendalaman budaya, guna meningkatkan kompetensi global sambil mempromosikan bahasa, seni, dan warisan budaya Indonesia. Program ini juga merupakan perwujudan nyata komitmen UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) untuk memperluas jangkauan global dan memperkuat diplomasi pendidikan di kancah global.
Seleksi BINAR 2025 telah dimulai sejak awal tahun dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai unit di UT, termasuk LPPM, DPKS, fakultas, dan lainnya. Dari 134 pendaftar, terpilih 20 mahasiswa internasional unggulan dari 10 universitas di 6 negara. Mereka kemudian berpartisipasi dalam dua fase:
- Fase Daring (5 Mei – 3 Juli 2025): lebih dari 100 mahasiswa internasional mengikuti 16 sesi interaktif mengenai bahasa, budaya, dan masyarakat Indonesia.
- Fase Luring (1 – 15 September 2025): 20 peserta terbaik menjalani program di Indonesia dengan proyek akademis, eksplorasi budaya, kunjungan lapangan, dan pertunjukan seni.
Peserta BINAR 2025 sendiri berasal dari berbagai negara, antara lain Turkiye, Filipina, China, Vietnam, Malaysia, dan Jerman. Beberapa di antaranya adalah Esranur Kilavuz (Anadolu University, Turkiye), Pan Shimeng, Zhang Li, dan Liu Song (Shanghai Open University, China), Nguyen Hoang Bao Vy (Hanoi Open University, Vietnam), serta Jenny Yeo (University of Passau, Jerman). Dari Malaysia hadir enam mahasiswa, di antaranya Nur Azeyah Yaacob (Open University Malaysia) dan Muhammad Arief Shahmi Bin Shahid Sham (Universiti Tenaga Nasional). Sementara Filipina menjadi negara dengan peserta terbanyak melalui delapan mahasiswa dari beberapa universitas, termasuk Laynel Valiangca Frias dari Central Luzon State University, Milo Ezekiel Jimena Sevilla, Dean Elijah A. Revilla, Elijah Paul Cabangunay Manuel, Andrea Nicole Dioneda dan Charlene Mae Alerta Santos dari University of the Philippines Open University, serta Sheilo Felicio Pasasadaba dan Ma. Angelika S. Episcope dari Polytechnic University of the Philippines


Untuk mempererat interaksi lintas budaya, UT juga menghadirkan delapan mahasiswa pendamping dari UT Yogyakarta, yaitu Nanda Nurlitasari, Zahra Nafis Azwantyas Murti, Eka Hidayati, Lethycia Rachel Jovina, Viki Muhaimin, Yoga Pratama, Rizqiana Sakti Maharani, serta Ath Thariq Tahara Syahputra. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi fasilitator komunikasi, tetapi juga mitra budaya yang memperkaya pengalaman peserta internasional selama program berlangsung.
“Kami sangat bangga dapat menyambut peserta yang begitu beragam dan berbakat dalam edisi kedua BINAR ini. Harapan kami, BINAR 2025 tidak hanya memperdalam pemahaman peserta mengenai Indonesia, tetapi juga menciptakan persahabatan, kolaborasi, dan kenangan berharga yang akan terus terjalin,” ungkap Dewi Padmo, Ketua LPPM UT saat welcoming ceremony (01/09).


Pada kesempatan yang sama, Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Rahmat Budiman juga menyampaikan bahwa BINAR merupakan program bergengsi yang menghadirkan pengalaman belajar yang kaya dan mendalam serta memungkinkan peserta merasakan langsung budaya, bahasa, dan kehidupan masyarakat Indonesia. “Kami berharap program ini tidak hanya memperdalam pemahaman Anda tentang bangsa kami, tetapi juga menumbuhkan persahabatan yang langgeng, hubungan profesional yang bermanfaat, serta wawasan yang bermakna,” pungkasnya.
Sorotan utama BINAR 2025 meliputi kegiatan berupa:
- Kegiatan akademis seperti proyek kelompok, refleksi harian, dan presentasi akhir.
- Pendalaman budaya termasuk lokakarya seni tradisional dan pertunjukan spesial di perayaan Dies Natalis Universitas Terbuka pada 4 September 2025.
- Kunjungan lapangan di Jakarta dan Yogyakarta, memberikan pengalaman langsung mengenai sejarah, masyarakat, dan komunitas di Indonesia.
Adapun selama di Yogyakarta, mahasiswa BINAR mendapatkan pengalaman belajar budaya yang mengesankan. Mulai dari kunjungan ke Museum Sonobudoyo, Candi Borobudur, belajar seni karawitan dan tari, belajar membatik, hingga cultural heritage learning dan praktik tawar-menawar dengan UMKM lokal.

Rangkaian kegitan program BINAR 2025 ditutup dengan acara Closing Ceremony BINAR 2025 Live on YouTube UTTV yang dapat dilihat pada https://sl.ut.ac.id/binar2025-uttv
Melalui BINAR 2025, UT turut berkontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan lintas negara, tetapi juga menumbuhkan nilai keberagaman, solidaritas global, serta semangat kolaborasi yang mendukung visi UT sebagai Kampus Berdampak yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.



