Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi, Rabu, 15 April 2026, digelar kegiatan sosialisasi pendidikan dari Universitas Terbuka (UT) Jambi yang ditujukan bagi para pegawai yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIA Jambi dan diikuti oleh jajaran pejabat serta seluruh pegawai, dengan fokus pada pengenalan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dari Universitas Terbuka.
Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, bersama jajaran struktural. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Terbuka Jambi yang hadir langsung memberikan sosialisasi pendidikan di lingkungan kerja. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung profesionalisme dan kinerja pemasyarakatan yang semakin kompleks.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Terbuka Jambi menjelaskan secara rinci mengenai sistem perkuliahan yang diterapkan. UT memperkenalkan model pendidikan terbuka dan jarak jauh yang memungkinkan peserta didik tetap dapat bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi. Sistem ini dirancang fleksibel dengan dukungan pembelajaran digital, sehingga dapat diakses kapan saja tanpa mengganggu aktivitas kedinasan.
Di sinilah peran Universitas Terbuka menjadi sangat terlihat. UT tidak hanya menawarkan program pendidikan tinggi, tetapi juga menghadirkan solusi bagi aparatur yang memiliki keterbatasan waktu. Melalui sistemnya, UT membuka akses pendidikan yang lebih luas, terutama bagi pegawai yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Penjelasan yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari program studi yang tersedia, mekanisme pendaftaran, biaya pendidikan, hingga sistem pembelajaran daring. Para peserta juga diperkenalkan dengan sistem tutorial online yang menjadi bagian dari proses belajar di Universitas Terbuka.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Para pegawai Lapas Kelas IIA Jambi aktif menggali informasi terkait fleksibilitas waktu belajar, proses ujian, hingga bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dengan studi. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan adanya ketertarikan yang cukup tinggi terhadap peluang pendidikan yang ditawarkan UT.
Secara umum, kegiatan ini menjawab unsur 5W+1H. What atau apa, yaitu sosialisasi pendidikan Universitas Terbuka. Who atau siapa, yaitu UT Jambi dan pegawai Lapas Kelas IIA Jambi. Where dan when, yaitu di Lapas Jambi pada 15 April 2026. Why atau mengapa, untuk meningkatkan kompetensi dan akses pendidikan pegawai. How atau bagaimana, melalui sistem pendidikan jarak jauh berbasis digital yang fleksibel.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif, SDG 8 tentang peningkatan keterampilan dan produktivitas kerja, SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan akses pendidikan, serta SDG 16 terkait penguatan institusi yang efektif dan profesional. Dalam konteks ini, Universitas Terbuka berperan sebagai institusi pendidikan yang menjembatani keterbatasan akses melalui sistem pembelajaran terbuka.
Di akhir kegiatan, sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi, tetapi juga membuka perspektif baru bagi para pegawai mengenai peluang melanjutkan pendidikan. Universitas Terbuka hadir sebagai solusi pendidikan yang memberikan akses tanpa batas, memungkinkan siapa saja untuk belajar dan meningkatkan kompetensi tanpa harus terhalang oleh ruang dan waktu, termasuk bagi mereka yang tengah menjalankan tugas kedinasan di Lapas Kelas IIA Jambi.


