Bekerja Sambil Kuliah, Pilihan Farouk untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Di tengah padatnya jam kerja dan tuntutan melayani pelanggan setiap hari, Farouk Muhammad Afero mengambil satu keputusan besar dalam hidupnya. Pramuniaga MATAHARI PSX ini memilih melangkah ke dunia pendidikan tinggi—sebuah pilihan yang tidak mudah, apalagi bagi seorang pekerja. Saat sebagian orang memilih bertahan di rutinitas, Farouk justru berani mengambil tantangan: bekerja sambil kuliah demi masa depan yang lebih baik.

Empat tahun bekerja sebagai pramuniaga memberi Farouk banyak pelajaran. Ia menyadari bahwa kerja keras saja belum cukup untuk membuka peluang karier yang lebih luas. Keinginannya untuk naik jenjang jabatan menjadi Supervisor mendorongnya mengambil langkah baru, yakni melanjutkan pendidikan tinggi. Dari situlah, Farouk akhirnya mendaftar sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Palembang.

“Empat tahun bekerja sebagai Pramuniaga pegawai MATAHARI saya ingin menjadi Supervisor nantinya. Makanya saya baru kuliah dan memilih di UT Palembang,” ujar Farouk saat dibincangi infosumsel.

Keputusan kuliah sambil bekerja tentu bukan perkara mudah. Waktu yang terbatas dan tanggung jawab pekerjaan menjadi tantangan tersendiri. Namun, Universitas Terbuka Palembang memberi ruang bagi Farouk untuk menjalani keduanya secara bersamaan. Sistem perkuliahan yang tidak mengganggu jam kerja membuatnya tetap bisa fokus bekerja tanpa meninggalkan pendidikan.

“Pertama saya pilih UT Palembang sebab tidak ganggu kerjaan. Bisa kuliah sambil melanjutkan bekerja,” tuturnya.

Selain soal waktu, biaya juga menjadi pertimbangan penting. Dengan penghasilan sebagai pramuniaga, Farouk harus cermat memilih perguruan tinggi. UT Palembang menjadi pilihan yang membuatnya berani melangkah, karena biaya kuliahnya sesuai dengan kemampuannya.

“Kedua kalau tidak di UT Palembang saya tidak berani kuliah. Di UT Palembang biayanya terjangkau dengan gaji saya sebagai Pramuniaga MATAHARI alias murah tidak mahal,” katanya.

Bagi Farouk, menjadi mahasiswa Universitas Terbuka Palembang sudah merupakan sebuah pencapaian tersendiri. Keputusan itu juga diambil dengan penuh pertimbangan, termasuk meminta izin dan restu orang tua sebagai bentuk keseriusannya menata masa depan.

“Kuliah ini keinginan saya untuk meningkatkan jenjang karir. Orang tua alhamdulillah mengizinkan demi kebaikan saya di masa depan,” ujarnya.

Kini, sebagai mahasiswa baru UT Palembang, Farouk menatap masa depan dengan target yang jelas. Ia ingin fokus menyelesaikan pendidikan dan lulus tepat waktu, agar bisa segera mewujudkan mimpinya naik jenjang karier.

“Target saya sebagai mahasiswa baru untuk fokus pendidikan. Lalu empat tahun tamat biar secepatnya bisa meraih mimpi menjadi Supervisor di MATAHARI,” pungkasnya.

Kisah Farouk menunjukkan bahwa kesempatan kuliah tetap terbuka bagi siapa pun yang mau berusaha, meski harus dijalani di tengah keterbatasan. Universitas Terbuka Palembang, dengan sistem yang fleksibel dan biaya yang terjangkau, memberi ruang bagi pekerja seperti Farouk untuk terus belajar dan berkembang. Langkah ini sejalan dengan semangat SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, yang mendorong akses pendidikan bagi semua, serta SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, di mana pendidikan menjadi bekal penting untuk meningkatkan karier dan kualitas hidup. Bagi Farouk, kuliah di UT adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih baik dan lebih bermakna.