Membangun Pendidikan dari Akar: Jalan Guru PAUD Jeneponto Menuju Pendidikan Berkualitas

Di Jeneponto, menjadi guru PAUD sering kali berarti mencintai pekerjaan sepenuh hati, sambil menunda mimpi sendiri. Mengajar anak-anak setiap pagi, pulang sore dengan tenaga nyaris habis, lalu kembali esok hari dengan semangat yang sama—tanpa banyak ruang untuk memikirkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Padahal, di tangan merekalah fondasi kualitas pendidikan masa depan diletakkan, sebuah peran penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas sejak usia dini.

Sabtu (27/12/2025), atmosfer di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto terasa berbeda, saat puncak acara Himpaudi Award Tahun 2025 digelar. Selama dua hari, 26–27 Desember, ratusan guru PAUD dari berbagai kecamatan berkumpul. Bukan hanya untuk menerima penghargaan, tetapi untuk saling menguatkan bahwa perjuangan mereka tak berjalan sendirian—sebuah upaya membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, selaras dengan semangat SDG 10: Pengurangan Kesenjangan, khususnya di wilayah nonperkotaan.

Di tengah rangkaian acara itu, ada satu momen yang mengubah arah pembicaraan dari sekadar apresiasi menjadi soal masa depan. Penandatanganan nota kesepahaman antara Pengurus Daerah Himpaudi Jeneponto dan Universitas Terbuka (UT) Makassar menjadi penanda dimulainya kerja sama peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD melalui akses pendidikan tinggi, termasuk dukungan beasiswa berbasis sistem pembelajaran jarak jauh.

Kerja sama ini bukan janji kosong. Ia menyentuh persoalan paling mendasar yang dihadapi guru PAUD di daerah: keterbatasan waktu, jarak, dan biaya. Melalui skema pendidikan terbuka dan fleksibel, para guru didorong untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan kelas dan murid-muridnya.

Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menegaskan bahwa inilah roh dari Universitas Terbuka sejak awal berdiri. “Universitas Terbuka hadir untuk memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan terjangkau. Melalui kerja sama ini, kami mendorong percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD melalui sistem pembelajaran jarak jauh serta dukungan beasiswa, sehingga para guru tetap dapat menjalankan tugas pengabdiannya,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, sinyal dukungan juga disampaikan secara terbuka. Bupati Jeneponto Paris Yasir menegaskan bahwa kualitas pendidikan anak usia dini tak bisa dilepaskan dari kualitas gurunya. “Pemerintah Kabupaten Jeneponto berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD melalui alokasi anggaran, termasuk beasiswa pendidikan, sebagai investasi jangka panjang sektor pendidikan,” tegasnya.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dengan akreditasi A dari BAN-PT, Universitas Terbuka selama ini dikenal luas lewat sistem pembelajaran berbasis teknologi yang menjangkau hingga pelosok negeri, bahkan mancanegara. Di Jeneponto, peran itu kini diterjemahkan secara lebih konkret: membuka pintu kampus bagi guru PAUD yang selama ini merasa pendidikan tinggi terlalu jauh untuk diraih.

Kolaborasi antara UT Makassar, Himpaudi, dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto ini menegaskan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam pembangunan pendidikan. Sinergi ini mencerminkan praktik nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, bahwa membangun pendidikan tak cukup dengan wacana, melainkan dengan kerja bersama yang berkelanjutan. Dari ruang kelas PAUD yang sederhana, masa depan pendidikan Indonesia sedang dirajut—pelan, tapi pasti.

Bagi guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT Makassar, pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi admisi-sia.ut.ac.id.