Universitas Terbuka (UT) Palembang kembali mencuri perhatian nasional setelah meraih predikat UT Daerah terbaik se-Indonesia pada Anugerah Rakortas Pemasaran 2025 yang berlangsung di The Malioboro Hotel, Yogyakarta, 18–20 November 2025. Penghargaan ini tidak hanya menandai keberhasilan UT Palembang, tetapi juga memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi negeri yang membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat tanpa batas geografis, usia, maupun kondisi sosial ekonomi.
Dalam pertemuan strategis yang diselenggarakan UT Pusat dan dihadiri 39 UT Daerah serta 1 UT Layanan Luar Negeri tersebut, UT Palembang mencatat dua capaian penting: Juara 1 Persentase Pelampauan Target Terbesar dan Juara 3 Kolaborasi UT Daerah dan Salut dalam meningkatkan jumlah mahasiswa. Keberhasilan ini memberikan manfaat besar bagi UT, terutama dalam memperkuat kepercayaan publik dan mengukuhkan efektivitas sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang menjadi ciri khas UT.
Direktur UT Palembang, Drs. H. Muhammad Tair Abunaim, MM., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sumatera Selatan atas dukungan yang terus mengalir. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama UT untuk terus memperluas jangkauan pendidikan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada warga Sumsel. Sebab UT sudah dipercaya di Sumsel sebagai kampus pilihan utama,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Naim menjelaskan bahwa UT Palembang mampu melampaui target mahasiswa yang diberikan UT Pusat. Dari target 32.438 mahasiswa, UT Palembang berhasil mencatatkan 41.442 mahasiswa pada 2025. “Persentase pencapaian ini sebanyak 128 persen dan merupakan yang tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga membawa manfaat strategis bagi UT secara nasional. Pelampauan target mahasiswa memperkuat bukti bahwa model pembelajaran UT—yang fleksibel, tanpa tatap muka, terjangkau, dan inklusif—benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Hal ini semakin mempertegas peran UT sebagai pilar pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia dan sebagai institusi pendidikan yang sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas untuk semua.
Meski demikian, Naim menilai masih banyak wilayah Sumsel yang belum tersentuh informasi mengenai UT Palembang. Tantangan geografis—mulai dari daerah perairan, perbukitan, hingga pelosok yang jauh dari pusat kota—membuat sosialisasi harus terus diperkuat.
“Sebenarnya masih banyak daerah pelosok yang belum tahu UT Palembang. Makanya kita terus melakukan sosialisasi biar mereka tahu tentang UT,” ujarnya.
Ia menegaskan, UT didirikan pemerintah untuk memperluas kesempatan kuliah bagi masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan waktu, mobilitas, atau ekonomi. Dengan biaya kuliah terjangkau, banyak pilihan beasiswa, serta pembelajaran yang dapat dilakukan dari mana saja, UT menjadi solusi pendidikan jangka panjang bagi berbagai kelompok masyarakat.
“Daerah pelosok di Sumsel harus tahu UT. Tanpa harus jauh ke Palembang, kalian yang lulus SLTA bisa mendaftar. Pemerintah mendirikan UT agar masyarakat bisa mendapatkan pendidikan yang merata,” tambahnya.
Keberhasilan UT Palembang dalam Rakortas Pemasaran 2025 membawa manfaat signifikan bagi UT: mulai dari peningkatan reputasi nasional, penguatan kredibilitas sistem pendidikan jarak jauh, hingga momentum strategis untuk memperluas layanan ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Dengan pencapaian ini, UT semakin menegaskan diri sebagai kampus yang tidak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga membuka pintu masa depan yang lebih inklusif, merata, dan tanpa batas untuk seluruh masyarakat Indonesia.



