Mahasiswa UT Tunjukkan Kreativitas dan Kepedulian, Anak TK Belajar Dari Sampah Jadi Mainan

Anak-anak TK IT Arrahmah Manding, Polewali Mandar, Senin (17/11/2025), tampak antusias saat belajar mengubah sampah menjadi benda bermanfaat. Suara tawa dan decak kagum mereka terdengar saat mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Majene membimbing mereka menggunting, melipat, dan merekatkan plastik serta karton menjadi alat permainan dan media pembelajaran kreatif. Kegiatan ini bukan sekadar permainan, melainkan wujud nyata prestasi mahasiswa UT dalam menggabungkan kreativitas, pendidikan, dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan edukasi pengolahan sampah ini dilaksanakan oleh mahasiswa UT Majene sebagai bagian dari program kuliah mereka, dibimbing dosen, dengan tujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Ketua Kelompok 3 MK PM UT Majene, Trisnawati, mengatakan, “Dari diskusi mahasiswa dengan dosen pembimbing, kita melihat bahwa edukasi sejak dini tentang bagaimana memperlakukan sampah itu hal yang primer, sangat penting. Kita perlu terus bergerak bersama-sama mengatasi masalah sampah.”

Mahasiswa UT mendampingi anak-anak TK untuk memilah sampah, khususnya plastik dan karton, lalu mengolahnya menjadi alat permainan dan media pembelajaran. Dengan metode 3R—Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang)—anak-anak belajar konsep pengelolaan sampah yang aplikatif. Tak hanya teori, setiap langkah kegiatan melibatkan kreativitas anak-anak, mulai dari menggunting, melipat, hingga merekatkan sampah menjadi benda baru yang edukatif.

Selain mahasiswa UT dan anak-anak TK, kegiatan ini juga melibatkan guru serta orang tua siswa. Kepala TK IT Arrahmah Manding, Mardaniah, menilai kegiatan ini meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendekatan kreatif dan inovatif. “Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat, mengolah sampah menjadi alat permainan akan membangun kreativitas siswa. Semoga kegiatan dengan UT terus terjalin ke depannya,” ujarnya.

Kegiatan ini menekankan pentingnya pembelajaran lingkungan sejak usia dini, membangun karakter peduli lingkungan, dan mengajarkan anak-anak agar kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Orang tua siswa, Sulastri, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi mahasiswa UT yang mampu menciptakan inovasi edukatif dari sampah. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan lagi di masa depan, sehingga anak-anak kita dapat terus belajar dan berkembang dengan cara yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung di TK IT Arrahmah Manding, Polewali Mandar, pada Senin (17/11/2025), menjadi salah satu bukti nyata UT menjangkau masyarakat luas melalui program edukasi berbasis komunitas.

Anak-anak TK memperoleh pengalaman belajar interaktif, orang tua dan guru mendapatkan inovasi pendidikan, sementara mahasiswa UT menunjukkan prestasi mereka dalam mengaplikasikan ilmu, kreativitas, dan kemampuan sosial di masyarakat. Secara implisit kegiatan ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Universitas Terbuka melalui mahasiswa-mahasiswanya membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak mengenal batas: mampu menghadirkan inovasi, membangun karakter peduli lingkungan, dan menumbuhkan generasi yang kreatif sejak usia dini. Kepedulian mahasiswa UT pada lingkungan tercermin dalam kegiatan ini selain itu juga menunjukkan bahwa pembelajaran terbuka tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tetapi juga agen perubahan yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bumi.