Belajar Fleksibel di UT, Razan Ihsan Beraksi dan Bersinar di Ajang KIJB 2025

Di tengah derasnya arus transformasi digital, Razan Muhammad Ihsan tampil sebagai sosok muda yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswa yang dikenal aktif dan inovatif ini ikut ambil bagian dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 di Jabar Command Center, bergabung bersama tim Jabar Istimewa Digital Academy (JIDA). Dalam perannya, Razan terlibat langsung melakukan verifikasi dan validasi berbagai program inovasi daerah—sebuah tugas strategis yang memastikan setiap gagasan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Razan menegaskan bahwa perannya di ajang tersebut bukan sekadar kegiatan pendamping kuliah, melainkan ruang pembuktian kemampuan dan kontribusinya pada ekosistem digital Jawa Barat. Ia juga telah menuntaskan pelatihan JIDA serta meraih sertifikasi profesi Junior Web Developer dari BNSP. Keterampilan teknis, kemampuan kolaborasi, hingga problem solving yang diperolehnya menjadi modal penting untuk bersaing di era teknologi yang terus berubah.

Sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka (UT) Bandung, Razan merasakan betul bagaimana sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) memberi fleksibilitas yang membantunya berkembang. Kebebasan mengatur waktu membuatnya dapat mengikuti pelatihan profesional, terjun ke kompetisi, dan tetap fokus pada studi.

“Kuliah jarak jauh tidak membatasi saya untuk terus berkembang. Justru dengan sistem belajar yang fleksibel, saya bisa mengatur waktu dan terlibat dalam kegiatan yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Keberhasilan Razan sekaligus mencerminkan misi UT dalam menyediakan pendidikan inklusif dan berkualitas. Sistem PJJ membuka ruang bagi mahasiswa untuk mandiri, mengeksplorasi potensi diri, dan berperan aktif dalam pembangunan. Kontribusinya mendukung pencapaian SDGs, mulai dari pendidikan berkualitas (SDGs 4), inovasi dan infrastruktur tangguh (SDGs 9), hingga pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak (SDGs 8).

Keterlibatannya dalam JIDA dan KIJB 2025 menjadi bukti bahwa mahasiswa UT mampu menjadi agen perubahan di tengah perkembangan teknologi. Dari ruang belajar jarak jauh hingga gelanggang kompetisi digital, Razan menunjukkan bahwa pendidikan fleksibel bukan sekadar alternatif, melainkan jembatan menuju peluang tanpa batas. UT hadir sebagai wadah yang memungkinkan mahasiswanya tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga berinovasi, berkontribusi, dan meraih prestasi yang membanggakan.