Suasana hangat dan penuh persahabatan menyelimuti halaman Universitas Terbuka (UT) Kupang saat menerima kunjungan kehormatan dari Institute of Business (IOB) Timor Leste, Kamis (16/10). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam pengembangan pendidikan digital dan membuka akses pembelajaran berkualitas tanpa batas.
Rombongan IOB yang dipimpin oleh Wakil Rektor II, Dr. Mateus Ximenes, S.E., M.M., dan Wakil Rektor III, Ludovina Maria Victor, datang bersama sejumlah pejabat dan puluhan mahasiswa. Mereka disambut hangat oleh Direktur UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., beserta jajarannya dengan prosesi adat khas Nusa Tenggara Timur berupa tarian tradisional dan pengalungan selendang sebagai simbol persaudaraan.
Setelah penyambutan, kedua institusi melanjutkan kegiatan dengan sesi diskusi bersama dan pertemuan virtual yang terhubung langsung dengan Universitas Terbuka Pusat di Jakarta. Pertemuan ini menandai langkah baru dalam memperluas kerja sama akademik dan memperkuat peran UT sebagai pionir pendidikan tinggi terbuka di Indonesia.
Dalam sambutannya, Dr. Ajat menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan bapak, ibu, dan anak-anak. Hari ini merupakan momen penting bagi kami karena menerima tamu kehormatan dari IOB Timor Leste,” ujarnya.
Ajat menjelaskan bahwa Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri ke-45 di Indonesia dengan 39 kantor cabang di dalam negeri, serta telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 50 negara di dunia.
Ia menambahkan, UT menjadi pelopor sistem pembelajaran jarak jauh berbasis digital di Indonesia. “Kami adalah perguruan tinggi pertama yang menerapkan sistem e-learning di Indonesia dan terus berinovasi dalam pendidikan tinggi,” jelasnya.
Saat ini, UT memiliki sekitar 766.000 mahasiswa aktif di seluruh Indonesia, menjadikannya universitas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di tanah air. “Untuk wilayah Kupang, UT menempati urutan kedua dengan lebih dari 18 ribu mahasiswa, setelah Universitas Nusa Cendana,” ungkap Ajat.
Ajat juga menyebut bahwa sejumlah mahasiswa asal Timor Leste telah bergabung sebagai bagian dari civitas akademika UT Kupang. Ia berharap kunjungan IOB menjadi awal kerja sama yang lebih luas di bidang akademik, riset, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Kami berharap kunjungan ini memperkuat kerja sama dan tali persaudaraan antara UT dan IOB di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Mateus Ximenes dari IOB Timor Leste menyebut kunjungan ke UT Kupang sebagai kesempatan berharga untuk belajar langsung mengenai sistem pendidikan jarak jauh yang telah sukses diterapkan di Indonesia.
“Kunjungan kami bertujuan memperoleh pengalaman berharga dalam pengelolaan pendidikan jarak jauh. Ini merupakan kehormatan bagi kami dapat belajar langsung dari UT Kupang,” tuturnya.
Menurutnya, hasil kunjungan ini akan menjadi referensi penting dalam pengembangan sistem pembelajaran digital dan manajemen universitas modern di Timor Leste. “Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang mencakup pertukaran akademik, penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tambahnya.
Kolaborasi lintas negara ini tidak hanya memperkuat hubungan akademik antarperguruan tinggi, tetapi juga mencerminkan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin 9 tentang Inovasi dan Infrastruktur, serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kerja sama ini, UT dan IOB berkontribusi nyata dalam membangun masa depan pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di kawasan.



